BPBD: Puluhan Ribu Jiwa di Bojonegoro Berpotensi Terdampak Kekeringan

Ilustrasi/ kompasiana

BOJONEGORO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur  sudah mulai memetakan ancaman kesulitan air bersih yang akan dialami warga di daerahnya yang diprediksi akan terjadi pada September nanti.

Sesuai pemetaan yang dilakukan, potensi warga yang mengalami kesulitan air bersih sebanyak 25.109 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 76.858 jiwa yang tersebar di 62 desa di 15 kecamatan antara lain, di Kecamatan Sumberrejo, Sugihwaras, Gayam, Kepohbaru, dan Kedungadem.

“Warga yang terancam air bersih itu jarak pemukimannya dengan sumber mata air rata-rata berkisar 0,5 kilometer sampai 2 kilometer, bahkan ada yang sampai 4 kilometer,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD MZ. Budi Mulyono.

Langkah antisipasinya BPBD sudah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk memasok warga yang kesulitan air bersih, dengan menyediakan mobil tangki pemasok air baik di posko induk juga di posko pembantu BPBD di sejumlah kecamatan.

Menurut dia, di posko BPBD di Kecamatan Baureno, Temayang, Padangan, juga kecamatan lainnya, selain disediakan mobil pemadam kebakaran juga tersedia mobil tangki pemasok air.

“Petugas pemadam kebakaran di kecamatan juga memiliki tugas ikut memasok air bersih,” katanya menegaskan.

Ia menambahkan dalam menangani warga yang mengalami kesulitan air bersih dilakukan bekerja sama dengan dinas sosial dan perusahaan migas yang ikut menangani warga yang kesulitan air bersih.

“Perusahaan migas biasanya ikut memasok air bersih warga di wilayah kerjanya, misalnya ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) akan ikut memasok air untuk warga yang kesulitan air bersih di Kecamatan Gayam dan sekitarnya, ” ucapnya menambahkan, dilansir Antara, Selasa (15/8/2017).

Sementara hingga kini ia menyatakan belum menerima permintaan dari warga yang kesulitan air bersih, disebabkan daerahnya mengalami kekeringan di musim kemarau, dan kemungkinan akan ada permintaan di bulan September.

 

Advertisement