YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan aktivitas Gunung Merapi pada pekan pertama dan pekan kedua bulan Juli cenderung menurun.
Sepanjang satu pekan terakhir, 15-21 Juli 2019, Gunung Merapi cuma memuntahkan tiga guguran awan panas.
Sayangnya, cuma guguran Sabtu (21/7/2019) pagi yang tercatat jarak luncurnya sejauh 1.100 meter dengan amplitudo 65 milimeter dan durasi 110 detik.
Sedangkan, guguran awan panas pada 11.59 cuma teramati beramplitudo 65 milimeter dan durasi 117 detik. Lalu, guguran pada 13.06 miliki amplitudo 70 milimeter dan durasi 115 detik.
Selain awan panas, guguran lava pijar yang dikeluarkan Gunung Merapi turut menurun satu pekan terakhir. Sepanjang pekan, cuma ada 24 guguran lava pijar yang dimuntahkan Gunung Merapi.
Angka itu bahkan jauh lebih rendah dibandingkan total guguran lava pijar pekan kedua dan pekan pertama Juli. Pasalnya, ada 39 guguran pada pekan pertama dan 58 guguran pada pekan kedua Juli.
Bahkan, sepanjang pekan cuma empat hari yang memiliki aktivitas guguran lava pijar dan awan panas. Sebab, pada 16, 19 dan 20 Juli 2019 tidak teramati guguran awan panas maupun lava pijar.
Pada pekan pertama dan pekan kedua Juli, hampir setiap hari Gunung Merapi memuntahkan guguran lava pijar. Pada pekan ketiga guguran lava pijar jarak luncurnya tidak ada yang lebih dari 1.000 meter.
Sementara pada Senin (22/7/2019), periode 00.00-12.00, Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Ngepos, Heru Suparwaka melaporkan, ada empat guguran lava pijar meluncur ke arah hulu Kali Gendol.
Selain itu, ada 12 gempa guguran dengan amplitudo 4-18 milimeter dan durasi 21,7-74 detik. Pada Senin siang, cuaca cerah dan berawan dan angin bertiup lemah hingga sedang ke barat dan barat laut.
Sedangkan, suhu udara berkisar 21-27 derajat celcius, kelembaban udara 18-66 persen dan tekanan udara 568,3-708 milimeter merkuri. Namun, secara visual gunung terlihat cukup jelas.
“Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah,” kata Heru, dikutip Republika.
Secara umum, BPPTKG masih menetapkan status waspada untuk aktivitas Gunung Merapi. Status aktivitas level dua itu telah ditetapkan sejak 21 Mei 2018 sudah berlangsung tepat satu tahun dua bulan.





