Brataseno Kok Terkena OTT

Ilustrasi: Kisah Pewayangan

DALAM  kisah perwayangan tokoh Bratasena atau Bima dikenal sangat jujur, berpendirian teguh, setia pada janji dan berani mati membela kebenaran. Tiba-tiba kemarin diberitakan, Bratasena terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan) dan uang tunai Rp 1,9 miliar disita dari tangannya. Ini Brataseno cap apa, kok berani korupsi? Ee, ternyata Bratasena yang satu ini seorang oknum polisi, nama lengkapnya AKBP Brotoseno, yang juga pernah punya hubungan dengan janda Angelina Sondakh yang kini dipenjarakan KPK di LP Pondok Bambu.

Kisah perwayangan memang beda dengan kisah alam nyata. Tapi setidaknya, orangtua memberikan nama anak dengan tokoh wayang, karena berharap si anak kelak berjiwa atau memiliki karakter seperti tokoh wayang tersebut. Karenanya, tokoh-tokoh wayang bagus sering dijadikan nama orang. Misalnya: Ugroseno, Kresna, Seta, Setyajid, Permadi, Larasati, Samiaji (Puntadewa), Wibisono, Bagong, Petruk, dan masih banyak lagi. Yang memberi nama-nama tersebut di atas, pastilah mereka yang mengerti soal wayang.

Tidak ada orang memberi nama anaknya: Sengkuni, Aswatama, Duryudana, Durna, Durmagati, Kartomarmo; karena mereka dalam kisah pewayangan terkenal sebagai tokoh jahat. Sengkuni misalnya, dia tokoh Kurawa yang suka main intrik, memfitnah demi kekuasaan. Pendita Durna apa lagi, dia demen ngompori raja Astina Duryudana. Ujarannya sangat provokatif, sehingga Kurawa semakin benci pada keluarga Pandawa.

Pendita Durna sekali waktu berhasil memanfaatkan Brataseno yang jujur dan pemberani itu. Ketika dia berguru pada pendita dari Sokalima tersebut,  diperintahkan mencari “banyu perwitasari” di dasar samodra, yang jauuuh lebih berkhasiat daripada air penyembuh panas dalam atau air mineral galonan. Meski itu sebetulnya politik penjerumusan  –agar tewas– Bratasena melakukannya juga. Dia terjun ke tengah laut, sehingga ketemu dan berkelahi dengan seekor naga. Brataseno benar-benar menemukan “banyu perwitasari” tersebut, setelah dibantu Dewa Ruci.

Tapi ada juga orang tidak mengerti wayang, mengambil tokoh wayang untuk memberi nama jalan atau anak. Di bilangan kompleks Dirgantara Halim PK Jakarta Timur, sejumlah nama wayang dipakai. Tapi yang lucu, ada nama Jalan Kartomarmo dan Sengkuni. Ada juga yang memberi nama wayang hanya karena indah di telinga, misalnya: Anjani. Maka sekitar 15 tahun lalu ada keluarga muda dari Depok menyesal memberi nama anak Anjani karena itu berarti: kera betina. Tapi mana mungkin mengubahnya lagi di Catatan Sipil?

Akan halnya Brotoseno yang oknum polisi itu, bisa dipastikan orangtuanya dulu sangat mengerti wayang. Sebagaimana telah dikatakan di atas, Brataseno dalam perwayangan punya karakter jujur, pemberani. AKBP Brotoseno juga seperti itu, sehingga pernah dipekerjakan sebagai penyidik KPK. Personal di sini memang sangat dibutuhkan sosok pemberani dan jujur. Terbukti ketika kekasihnya, Angelina Sondakh bermasalah dengan KPK, Brotosono yang takut terjadi konflik kepentingan, memilih resign dari KPK dan kembali ke Polri.

Tapi karena berbagai faktor, karakter manusia rupanya bisa berubah. Maka yang terjadi beberapa hari lalu, sangat mengejutkan. Brotoseno yang mantan penyidik KPK itu ternyata terkena OTT Satgas Polri, karena terlibat pungli cetak sawah di Ketapang Kalimantan Barat. Dari tangannya disita uang Rp 1,9 miliar dan AKBP Brotoseno kini ditahan di Mabes Polri. Komentar di medsos pun bersliweran. Banyak yang mengatakan, jangan-jangan dia ingin dekat lagi dengan Angelina Sondakh. Memangnya dalam tahanan bisa berdua-dua? Kalau begitu, yang nulis juga mau! (Cantrik Metaram)

Advertisement