Brazil Jamin Virus Zika Tidak akan Tulari Atlit Olimpiade

Virus Zika menyebabkan kepala bayi mengecil. Foto. NewyorkTimes

BRAZIL (KBK) – Banyak negara telah menaikan status peringatan mereka terhadap virus Zika dan ilmuwan pun berlomba mengembangkan vaksin untuk Zika, akan tetapiĀ  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan vaksin baru bisa dikeluarkan setidaknya 18 bulan.

Brazil, pusat endemik, telah kewalahan menghadapi Zika, di kawasan itu sudah dinyatakan Darurat Kesehatan sejak Nopember 2015 tahun lalu.

Sementara itu, rencana Olimpiade yang dijadwalkan berlangsung bulan Agustus di Rio De Janeiro, semakin dekat. Kontroversi telah meningkat karena penularan Zika, dikhawatirkan akan menulari atlit Olimpiade di kota itu.

Walikota Rio De Janeiro, Eduardo Paes, menepis kekhawatiran atas risiko kesehatan terhadap atlit olimpiade Jumat, (12/2/2016). Dikatakannya virus Zika bukanlah ancaman bagi Olimpiade.

“Kami harus berurusan dengan masalah Zika, tapi itu tidak masalah bagi Olimpiade. Ini adalah masalah bagi kami Brasil dan Rio de Janeiro,” katanya.

Walikota Paes berpendapat, Juli dan Agustus adalah musim kemarau, sehingga nyamuk akan berkurang di musim itu, karena biasanya nyamuk bertelur di genangan air di musim hujan.

Tapi dia bersumpah, tidak akan berhenti berjuang melawan Zika.

“Kita akan mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan, menunjukkan bahwa kita melakukan apa pun yang kami bisa untuk mencegah atlet atau pengunjung yang datang ke Rio dari penularan penyakit.”

Paes menangkal, keributan karena virus Zika adalah sangat berlebihan.

Departemen Kesehatan Brasil telah mengumumkan akan meluncurkan kampanye mobilisasi nasional untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti di 350 kota sangat rentan negara.

Menteri Pertahanan Brasil, Aldo Rebelo mengatakan, kampanye terbaru akan menjalani rumah ke rumah, setidaknya 3 juta rumah dan mendistribusikan 4 juta selebaran pada hari Sabtu (13/2/2016).

Presiden Dilma Rousseff telah mengirimĀ  semua menterinya untuk bergabung dengan upaya mobilisasi di berbagai negara.

Seperti dilaporkan Xinhua, Ahad (14/2/2016), sejauh ini, lebih dari 4.000 kasus mikrosefali pada bayi baru lahir telah terdaftar di Brasil.

Advertisement