JAKARTA – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan sejumlah kota terancam gempa yang merusak dan memicu banyak korban.
Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Nuraini Rahma Hanifa mengungkap wilayah yang sangat berisiko gempa atau berwarna merah tersebut lantaran posisinya dekat dengan patahan atau sesar dan banyak penduduk.
Dia merinci sejumlah wilayah tersebut diantaranya Jakarta, Bogor, Sukabumi, Bandung kemudian ada Cirebon, Semarang, Surabaya. “Itu adalah yang kemungkinan potensi goncangannya bisa besar tapi jumlah penduduknya juga padat sehingga dia resikonya juga menjadi tinggi,” lanjut Nuraini.
Menurut dia, prediksi ini berdasarkan data Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) 2018.
Ia menjelaskan gempa dapat dikatakan bencana apabila lindu yang terjadi menyebabkan korban jiwa dan kerusakan (kerugian ekonomi), biasanya kerusakan pada bangunan. “Tapi kalau kita bisa meminimalisir itu maka gempa bisa saja tidak menimbulkan bencana tersebut.”
Selain akibat jumlah penduduknya yang besar, tujuh wilayah tersebut memiliki potensi ancaman gempa tinggi lantaran Jawa dikepung oleh patahan aktif.
Hasil kajian BRIN juga mengungkap penambahan jumlah sesar aktif di Jawa yang terpetakan. Pada 2010, angkanya hanya enam sesar. Pada 2017, jumlahnya bertambah menjadi 31 sesar aktif. Tahun ini, angkanya melonjak menjadi 75 sesar aktif.





