
Jakarta, KBKNews.id –Â PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait masih besarnya dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) yang belum digunakan. Hingga akhir Desember 2025, perusahaan teknologi tersebut tercatat masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp4,28 triliun, atau sekitar 19,56% dari total dana bersih yang dihimpun saat melantai di bursa.
Dalam keterbukaan informasi kepada BEI pada 16 Februari 2026, manajemen Bukalapak menyampaikan, perusahaan telah menggunakan Rp17,04 triliun dari total dana IPO sebesar Rp21,9 triliun. Dengan demikian, tingkat realisasi penggunaan dana IPO telah mencapai 77,81%.
Perseroan kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jadwal dan target penyelesaian penggunaan sisa dana tersebut, sebagai bagian dari penyesuaian strategi keuangan perusahaan.
Strategi Kehati-hatian dalam Penggunaan Modal
Bukalapak menegaskan, belum terserapnya seluruh dana IPO bukan disebabkan oleh kendala operasional maupun hambatan regulasi. Sebaliknya, hal ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan keuangan yang mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Pendekatan tersebut merupakan bagian dari disiplin pengelolaan modal dan likuiditas perseroan, dengan mempertimbangkan kondisi usaha serta dinamika ekonomi dan industri yang relevan,” tulis manajemen BUKA dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (18/2/2026).
Salah satu pos penggunaan dana yang masih menyisakan porsi besar adalah modal kerja. Hingga akhir 2025, sekitar 89,31% dana yang dialokasikan untuk kebutuhan ini masih belum direalisasikan.
Untuk sementara, dana yang belum digunakan tersebut ditempatkan pada instrumen keuangan berisiko rendah. Seperti deposito, giro, dan obligasi. Strategi ini bertujuan menjaga stabilitas nilai dana sekaligus memastikan likuiditas tetap terjaga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Langkah tersebut mencerminkan pendekatan konservatif yang diambil perusahaan dalam mengelola dana besar di tengah dinamika industri teknologi yang masih mengalami perubahan signifikan.
Sisa Dana IPO di Sejumlah Entitas Anak
Tidak hanya di tingkat induk perusahaan, sejumlah entitas anak Bukalapak juga masih menyimpan sebagian dana IPO yang belum digunakan. Persentase sisa dana bervariasi di masing-masing unit usaha, sejalan dengan tahap pengembangan dan kebutuhan bisnis yang berbeda.
PT Buka Mitra Indonesia masih memiliki sisa dana sebesar 47,75%, sementara PT Buka Usaha Indonesia mencatat sisa dana mencapai 79,57%. PT Buka Pengadaan Indonesia bahkan masih menyimpan 83,49% dana yang belum digunakan.
Adapun PT Buka Investasi Bersama mencatat sisa dana sebesar 24,57%, dan Bukalapak Pte Ltd sebesar 9,88%.
Manajemen menegaskan, penyesuaian penggunaan dana ini merupakan langkah strategis untuk memastikan alokasi modal dilakukan secara optimal, sesuai dengan perkembangan kondisi ekonomi dan arah bisnis perusahaan.
Perseroan juga memastikan, rencana penyesuaian jadwal penggunaan dana akan disampaikan kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang.
“Perseroan menegaskan komitmennya untuk merealisasikan penggunaan sisa dana IPO sesuai dengan rencana penggunaan dana yang telah disampaikan kepada publik,” tulis manajemen.
Bukalapak Rampungkan Buyback Tahap III
Selain membahas penggunaan dana IPO, Bukalapak juga mengonfirmasi telah menyelesaikan program pembelian kembali saham (buyback) Tahap III pada 29 Januari 2026.
Perusahaan menyatakan, transaksi buyback dilakukan melalui mekanisme perdagangan di bursa dan tidak melibatkan pihak afiliasi secara langsung.
Perseroan juga menyampaikan rencana untuk tetap memanfaatkan sisa plafon buyback yang masih tersedia, sesuai dengan ketentuan regulator.
Langkah buyback ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham, sekaligus mendukung proses transformasi bisnis yang sedang dijalankan.
Evaluasi Berlanjut di Tengah Transformasi Bisnis
Dengan masih tersisanya dana IPO dalam jumlah signifikan, Bukalapak kini berada dalam fase evaluasi penggunaan modal secara lebih selektif. Perusahaan menekankan, fleksibilitas dalam pengelolaan dana menjadi penting di tengah perubahan kondisi ekonomi dan industri teknologi.
Melalui pendekatan yang lebih berhati-hati, Bukalapak berupaya memastikan setiap penggunaan dana IPO dapat memberikan dampak optimal bagi pertumbuhan bisnis jangka panjang dan nilai bagi pemegang saham.




