Empat dari Tujuh Presiden Peru Dimakzulkan

Presiden Peru Jose Jeri dimakzulkan Selasa (17/2). Empat dari tujuh presiden dimakzulkan dalam 10 tahun terakhir (foto: Temmpo.com)

PERU kembali kehilangan pemimpinnya setelah Presiden interim Jose Jeri dimakzulkan oleh parlemen, Selasa (17/2) atas dugaan korupsi.

Dengan pemakzulan ini, empat dari tujuh presiden Peru  dalam kurun hampir 10 tahun terakhir ini lengser dari singgasananya akibat pemakzulan.

Sejak 2016, empat presiden dimakzulkan, dua mengundurkan diri untuk menghindari nasib serupa, dan hanya satu yang mampu menuntaskan masa jabatannya sesuai periode kepemimpinannya.

Para analis menilai tingginya pergantian presiden dipicu tarik-menarik kekuasaan antara Kongres yang kuat dan pihak eksekutif, ditambah persoalan korupsi kronis serta rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap politisi.

Berikut daftar pergantian presiden Peru dalam satu dekade terakhir, sebagaimana dilansir AFP.

  1. Pedro Pablo Kuczynski (2016–2018) yang dikenal dengan inisial PPK, menjadi presiden Amerika Latin pertama yang mengundurkan diri akibat dugaan keterlibatan  dalam skandal korupsi raksasa terkait perusahaan konstruksi Brasil.   Empat mantan presiden Peru, termasuk satu yang bunuh diri, turut terseret dalam kasus yang sama.

Baru dua tahun menjabat, Kuczynski melepas   kekuasaan sehari sebelum pemungutan      suara  pemakzulan digelar, membuka jalan bagi wakilnya untuk mengambil alih.

Ia masih berada dalam penyelidikan dan dilarang meninggalkan negara, namun tetap          terdaftar  sebagai kandidat dalam pemilihan Senat tahun ini.

  1. Martin Vizcarra (2018–2020) Pengganti Kuczynski, hanya bertahan dua tahun sebelum dimakzulkan

Kongres pada 2020 dengan tuduhan “ketidak-mampuan moral” — dakwaan yang juga        diarahkan kepada sejumlah pemimpin Peru lainnya.

Setelah berseteru dengan parlemen, ia akhirnya divonis menerima suap sebagai                imbalan kontrak proyek publik saat masih menjabat gubernur.

Vizcarra juga terseret skandal “Vaccinegate”, di mana 500 pejabat dituduh menerima          vaksin Covid-19 sebelum giliran mereka.

Meski Ditolak Parlemen Tahun lalu, ia mulai menjalani hukuman 14 tahun penjara atas        kasus korupsi, bergabung dengan dua mantan presiden lainnya di lembaga                        pemasyarakatan khusus mantan kepala negara di sebelah timur Lima.

3. Manuel Merino (2020) Ketua Kongres saat itu, mengambil alih sebagai presiden interim,      namun ia hanya bertahan lima hari sebelum mundur akibat gelombang protes keras            dari    pendukung Vizcarra. Dua orang tewas dalam bentrokan dengan polisi dan                puluhan  lainnya mengalami luka-luka.

  1. Francisco Sagasti (2020–2021) ditunjuk sebagai presiden sementara pasca pengunduran diri Merino. Ia memimpin negara hingga pemilu yang telah dijadwalkan pada 2021.

Sagasti menjadi satu-satunya pemimpin dalam  periode krisis ini yang berhasil                  menyelesaikan masa  jabatan sesuai rencana, meski hanya sebagai  presiden interim.

  1. Pedro Castillo (2021–2022) Guru sekolah dari daerah pedesaan, memenangkan pemilu 2021. Ia dipuji sebagai “presiden miskin pertama” Peru.

Namun tanpa mayoritas di Kongres yang didominasi  oposisi sayap kanan, Castillo              dimakzulkan dan ditangkap setelah 17 bulan menjabat.   Ia berupaya membubarkan          Kongres untuk menghindari proses pemakzulan atas dugaan  korupsi.

Kejatuhannya memicu protes besar yang  menewaskan puluhan orang. Castillo kini            menjalani  hukuman lebih dari 11 tahun penjara.

  1. Dina Boluarte (2022–2024) Wakil presiden Castillo,  enjadi presiden perempuan pertama Peru. Namun hanya bertahan 22 bulan. Boluarte tidak populer dan segera diterpa tuduhan korupsi, termasuk  menerima jam tangan Rolex dan perhiasan hasil suap.

Ia juga diselidiki atas ketidakhadiran selama dua  pekan tanpa pengumuman pada 2023      untuk operasi  hidung, yang menurutnya bersifat medis, bukan   kosmetik.

Boluarte dimakzulkan Oktober lalu di tengah protes  luas atas korupsi pemerintah dan        meningkatnya       kekerasan terkait kejahatan terorganisir.

7. Jose Jeri (2024–2026) menghadapi demonstrasi besar-besaran, hanya beberapa hari            setelah ia  dilantik menggantikan mantan Presiden Dina  Boluarte yang dimakzulkan.

Setelah pemakzulan Boluarte, Presiden Kongres saat ditunjuk untuk menyelesaikan sisa      masa jabatan  hingga Juli tahun ini.

Di usia 39 tahun, ia menjabat dengan penuh   semangat  dan meluncurkan kampanye        pemberantasan  kejahatan yang cukup populer di  mata publik.  Namun popularitas itu        tak cukup  menyelamatkannya  dari tuduhan korupsi yang   berujung pada pemakzulan.

Gonta-ganti presiden seperti yang terjadi di Peru, jelasBakal mengganggu stabilitas politik dan perekonomian  negara,   tapi sikap tidak ada toleransi terhadap pemimpin yang  korup agaknya perlu juga ditiru. (AFP/kompas.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here