SURABAYA – Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan ledakan di Pasuruan terjadi karena bom meledak saat proses perakitan, dan bukan sengaja diledakkan.
Menurutnya yang terjadi adalah human error, dimana meledak sendiri saat dirakit dan melukai anak pemilik yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.
Menurut hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur, bom tersebut berdaya ledak rendah. “Bom itu berjenis bom ikan atau orang Jatim biasa menyebutnya bondet,” ujarnya, dikutip Antara.
Polisi sudah mengidentifikasi orang yang diduga memiliki bom tersebut, yang menggunakan tiga identitas berbeda.





