Bulog Banyumas Mulai Serap Gabah Hasil Panen Petani

GUDANG BULOG - GUDANG BULOG – Sejumlah pekerja mengangkat karung berisi gabah ke dalam gudang Bulog Banyumas di Desa Mulyadadi, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/HO-Bulog Banyumas

PURWOKERTO – Mendekati Ramadhan 2020 ditambah saat orang harus di rumah karena Wabah Covid-19 belum juga berlalu, ketersediaan pangan menjadi prioritas bagi pemerintah.

Karena itu, Perum Bulog Cabang Banyumas mulai menyerap gabah hasil panen petani di wilayah eks Keresidenan Banyumas, Jawa Tengah, yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara guna mendukung ketersediaan cadangan beras pemerintah.

“Kami sudah mulai melakukan penyerapan hasil panen petani. Namun sekarang penyerapannya berupa gabah agar tahan lama,” kata Pemimpin Cabang Bulog Banyumas Dani Satrio di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (21/4/2020).

Menurut dia, pengadaan gabah tersebut melibatkan Satuan Kerja (Satker) Bulog Cabang Banyumas yang membeli gabah secara langsung dari petani atau dengan jemput bola.

Berdasarkan data, jumlah gabah hasil pembelian dari petani yang telah masuk ke gudang Bulog Banyumas per tanggal 20 April 2020 sebanyak 158 ton.

Selain gabah untuk cadangan beras pemerintah, Bulog Banyumas juga membeli beras kualitas premium dari petani untuk dijual lagi di pasaran (buy to sell).

Seperti dilansir Antara, hingga tanggal 20 April 2020, pengadaan beras kualitas premium yang dilakukan Bulog Banyumas mencapai telah 831 ton.

Advertisement