STOCKHOLM (KBK) – Bagi ibu hamil (Bumil) banyak makan yang bergizi untuk kesehatan bayinya itu sudah benar. Akan tetapi Bumil banyak makan dan menambah berat badan secara berlebihan ternyata dapat berisiko kematian bayi dalam kandungan dan kehilangan bayi mereka dalam waktu sebelum satu tahun setelah melahirkan.
Begitu hasil penelitian Ilmuwan di Swedia, yang diekspos Kamis (3/12/2015).
“Wanita yang kenaikan berat badannya lebih dari empat kali standar dari body mass index (BMI) pada masa kehamilan, memiliki risiko 50 persen lebih tinggi akan kematian bayinya dibandingkan mereka yang berat badannya tetap stabil,” rilis Stockholm Karolinska Institutet menyampaikan hasil studinya.
“Seperti banyak wanita yang mendapatkan kenaikan berat badan pada masa kehamilan, hasil studi ini sangat penting diperhatikan untuk kesehatan masyarakat,” ungkap Sven Cnattingius, Profesor Epidemiologi Reproduksi di Karolinska.
Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam Jurnal Medis Inggris, The Lancet. Penelitian dilakukan pada 450.000 wanita di Swedia, antara tahun 1992 dan 2012.
“Satu dari lima peserta memiliki berat dua kali diatas BMI, cukup untuk mempengaruhi risiko kematian sebelum lahir dan sesudah,” kata para peneliti.
seperi dikutip KBK dari Xinhua, Jumat (4/12/2015), Karolinska mengatakan, di Swedia, sekitar empat kelahiran dari seribu kelahiran mengalami kematian bayi.
“Ini peristiwa tragis dan masih sangat langka di antara bayi dari ibu dengan berat badan tinggi,” pungkasnya.





