CHENNAI (KBK) – Hujan yang mengguyur Kota Chennai (Madras), Negara Bagian Tamil Nadu, India Selatan, Jumat (4/12/2015) mulai reda, tapi banjir belum kunjung surut.
Sampai saat ini sudah 269 orang dilaporkan tewas akibat banjir yang sudah merendam kota itu sejak sebulan lalu.
Dikabarkan oleh media lokal, lebih dari 7.000 orang telah diselamatkan oleh tentara dan SAR India, namun masih banyak pula yang masih terdampar.
PM India Narendra Modi, melakukan perjalanan ke Chennai, Ia berjanji akan memberikan bantuan USD 150 juta untuk negara bagian Tamil Nadu yang dilanda banjir tersebut.
“Tiga hari hujan lebat memicu banjir besar di Tami Nadu. Rumah, rumah sakit, jalan, rel kereta api dan bandara kota semuanya tergenang air,” lapor Badan SAR India.
Kantor Berita BBC melaporkan, Jumat, (4/12/2015) ini, hujan di Chennai sudah mulai reda dan tinggi permukaan banjir sudah mulai surut di beberapa kota.
“Karena banjir ini, sekolah, perguruan tinggi dan pabrik terpaksa ditutup, ujian ditunda dan listrik dipadamkan di sebagian besar kota. Kilang minyak pun telah berhenti operasi,” lapor BBC.
Sebuah pangkalan udara angkatan laut di Arakkonam, 70km (43 mil) dari ibukota negara bagian Tamil Nadu, digunakan sebagai bandara darurat dengan tujuh penerbangan komersial diharapkan dapat beroperasi pada hari Jumat dan Sabtu.
Layanan kereta api akan tetap diliburkan hingga Sabtu. Sebuah operasi penyelamatan besar-besaran dilakukan untuk menyelamatkan warga yang masih terdampar.
Sekitar 5.000 rumah masih di terendam air dan masih banyak orang terjebak di dalam rumah tersebut.
Pasukan penyelemat telah menyiapkan 25 tempat penampungan dan dapur umum untuk korban banjir.
Seema Agarwal, seorang warga, mengatakan, ia melihat banyak orang antere di halte bus untuk meninggalkan kota menyelamatkan diri.
“Ada orang yang tidak makan selama berhari-hari, Mereka hanya bisa menyaksikan harta mereka melayang-layang di permukaan air dan dibawa arus. Rumah, Makanan, pakaian, semua hanyut,” kata agarwal kepada kantor berita Reuters.
Kantor cuaca federal telah diprediksi dua hari hujan deras di negara bagian selatan, di mana hampir 70 juta orang hidup.





