Bus Salawat Ramah Lansia dan Disabilitas Siap Layani Jemaah Haji Indonesia

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meninjau kesiapan layanan transportasi untuk angkutan jamaah calon haji Indonesia 1445 Hijriah/2024 Masehi. (Foto: Kemenag)

MAKKAH – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melakukan pengecekan terhadap kesiapan layanan bus salawat dan bus antar kota dalam kunjungan kerjanya ke Makkah Al-Mukarramah. Pengecekan terhadap sarana transportasi jemaah haji Indonesia ini dilakukan di Terminal Syib Amir, Makkah.

Untuk bus salawat, perusahaan telah menyiapkan bus yang ramah terhadap lansia dan disabilitas. Bus ini dilengkapi dengan deck yang bisa diturunkan untuk memudahkan naik turun jemaah. Pintu bus juga dilengkapi dengan deck yang dapat dilalui oleh kursi roda.

“Bus salawat disabilitas sudah disiapkan, ada sekitar 20 bus salawat dan lansia. Bus dilengkapi dengan deck yang bisa dilewati kursi roda. Sehingga, ini memudahkan lansia dan disabilitas untuk mengakses masuk bus. Ini kemajuan dari pelayanan,” kata Yaqut di Syib Amir, Makkah, Selasa (7/5/2024).

Ada dua tipe bus salawat, yaitu city bus dengan kapasitas hingga 70 jemaah (duduk dan berdiri), dan bus khusus disabilitas dan lansia dengan 18 kursi yang tersedia.

Setiap bus dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pendingin udara, pemecah kaca, P3K, apar, GPS, ban cadangan, tombol pintu darurat, dan lain-lain.

Bus salawat akan melayani jemaah dari hotel ke Masjidil Haram selama 24 jam, dengan menyediakan 22 rute untuk antar-jemput jemaah yang tinggal di lima wilayah, yaitu Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Rei Bakhsy.

Selain bus salawat, Menag juga mengecek kesiapan bus antarkota. Bus antarkota yang digunakan paling tua diproduksi pada tahun 2019, dengan mayoritas diproduksi antara tahun 2023 dan 2024.

Bus ini merupakan tipe coach dengan rata-rata kapasitas 47 kursi, namun akan diisi maksimal 42 jemaah untuk kenyamanan. Fasilitas di setiap bus meliputi pendingin udara, kulkas, toilet, pemecah kaca, P3K, apar, GPS, USB, ban cadangan, tombol pintu darurat, dan bagasi bawah yang mencukupi.

Rute layanan bus antarkota meliputi Bandara Madinah ke Hotel Madinah (dan sebaliknya), Hotel Madinah ke Hotel Makkah (dan sebaliknya), serta Bandara Jeddah ke Hotel di Makkah (dan sebaliknya).

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here