Capres Filipina Ini Ingin Pelaku Kekerasan Anak Dihukum Gantung

DAVAO-Calon presiden pemenang pemilu di Filipina, Rodrigo Duterte ingin kembali memberlakukan hukuman mati di negaranya.

Metode hukuman mati yang dipilih adalah gantung. Dia tidak mau menerapkan hukuman mati dengan metode tembak karena tidak ingin membuang-buang peluru. Khusus bagi pelaku kriminal yang terbukti melakukan lebih dari satu kejahatan besar, dia akan menggantung mereka lebih dari sekali.

”Setelah hukuman gantung yang pertama, akan ada upacara selanjutnya sampai akhirnya kepala si penjahat terpisah dari badannya. Saya menyukainya karena marah,” ungkap Duterte, sepertdi dilansir CNN, Rabu (18/5).

Saat kampanye pilpres dengan tegas dia akan mengabaikan undang-un­dang tentang HAM selama menjalankan program pemberantasan kriminal Filipina itu. Meski belum resmi dilantik sebagai presiden

Bagi Duterte, kejahatan yang paling tidak bisa ditoleransi adalah kejahatan terhadap anak-anak. Termasuk penyalahgunaan narkoba. ”Mereka yang menghancurkan hidup anak-anak kita harus ditumpas. Karena ‘membunuh’ negara saya, mereka juga harus dibunuh. Sesederhana itu,” paparnya lebih lanjut.

Advertisement