Soal Rohingya, Pemerintah Indonesia Jangan Diam

Wai Wai Nu (kiri) menyampaikan pandangannya dalam Konferensi Internasional Rohingya

BOGOR (KBK)—Pemerintah Indonesia diminta berperan aktif dalam menyelesaikan masalah Rohingya. Pasalnya, hingga kini negara-negara besar yang bertetangga dengan Myanmar, seperti Indonesia dan Malaysia dianggap pasif dan berdiam diri dalam kasus Rohingya.

Aktivis Women Peace Network Arakan, Wai Wai Nu menilai, negara besar seperti Indonesia, terlebih sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia tidak semestinya diam. Ia meminta, Indonesia bersuara, mendesak pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan masalah Rohingya. “Jika Indonesia dan Malaysia bersuara, niscaya negara lain juga akan melakukan hal yang sama,” ujarnya dalam salah satu sesi Konferensi Internasional Rohingya di IPB Convention Center, Bogor, Rabu (18/5/2016).

Wai Wai mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam menampung “manusia perahu”. Namun demikian, menurutnya masalah yang sama akan terus terjadi selama akar masalah di dalam negeri Myanmar tidak diselesaikan. “Akar masalahnya justru ada di negara Myanmar sendiri, oleh karenanya kami ingin dukungan Indonesia, kami berharap dukungan negara-negara ASEAN untuk mendesak pemerintah Myanmar,” tambah Wai Wai.

Masyarakat sipil saja, kata Wai Wai tidak cukup kuat untuk mendesak pemerintahan Myanmar. Mereka juga memiliki keterbatasan sumber daya dalam mengatasi masalah yang dialami Rohingya.

Aktivis Youth for Peace Union ini mengaku tidak bisa berharap banyak dengan pemerintahan Myanmar saat ini. Meski, saat ini partai Aung San Suu Kyi memenangi pemilihan umum dan memegang kendali pemerintahan.

“Pemerintah saat ini masih sangat kompromistis dengan militer. Pengaruh militer masih sangat kuat terasa,” terangnya.

Ia menambahkan, semestinya dengan “kekuasaan” yang dimiliki Suu Kyi ia bisa memperbaiki keadaan. “Tinggal dia mau atau tidak,” tukasnya.

Advertisement