Jakarta, KBKNews.id – Siang itu, Kamis 11 Desember 2025, suasana AEON Mall Tanjung Barat berubah tegang. Salah satu restoran di lantai dua mendadak dilalap api. Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 13.43 WIB, dan dalam hitungan menit, 25 petugas damkar dengan enam unit kendaraan langsung meluncur ke lokasi.
Sekitar pukul 14.10 WIB, api berhasil ditaklukkan dan dinyatakan padam. Tidak ada korban jiwa, namun seluruh mal tetap dikosongkan sementara untuk memastikan keamanan. Hingga kini, penyebab kebakaran masih diselidiki.
Insiden singkat ini menjadi pengingat, restoran di dalam mal merupakan salah satu titik paling rawan kebakaran. Banyaknya sumber panas, minyak, gas, dan peralatan listrik membuat dapur restoran membutuhkan perhatian ekstra dalam aspek keselamatan.
Lalu, apa saja yang bisa dilakukan pemilik restoran, pengelola mal, dan karyawan untuk memastikan peristiwa serupa tidak terulang?
Restoran di Mal Rentan Terbakar
Restoran berada dalam lingkungan tertutup, padat, dan dipenuhi aktivitas memasak intensif. Risiko kebakaran biasanya datang dari:
1. Peralatan Memasak
Kompor, oven, fryer, dan grill adalah sumber api paling besar. Kesalahan kecil—seperti minyak yang terlalu panas atau kebocoran gas—bisa memicu kobaran api dalam hitungan detik.
2. Bahan Mudah Terbakar
Minyak goreng, alkohol, tisu, kardus, atau kain yang tersimpan dekat peralatan panas menjadi pemicu api yang sering diremehkan.
3. Sistem Ventilasi Kotor
Uap minyak yang menempel pada exhaust, ducting, dan filter bisa terbakar hanya karena percikan kecil.
4. Peralatan Listrik Bermasalah
Korsleting pada microwave, kulkas, atau blender bisa terjadi akibat kabel yang aus atau lingkungan dapur yang lembap.
5. Human Error
Lupa mematikan kompor, minyak terlalu panas, atau salah menangani api kecil dapat memicu bencana.
Karena itu, pencegahan adalah satu-satunya cara efektif menjaga lingkungan mal tetap aman.
Memahami Risiko Kebakaran di Restoran Mal
Restoran merupakan salah satu titik paling berisiko di gedung komersial. Dapur menjadi pusat aktivitas dengan kombinasi panas, minyak, listrik, dan uap yang mudah memicu api. Untuk memahami pencegahannya, kita perlu mengenali kelas-kelas kebakaran yang umum terjadi:
- Kelas A: melibatkan bahan padat seperti kayu, kertas, dan kain. Bisa terjadi pada dekorasi, tisu, hingga furnitur.
- Kelas B: melibatkan cairan mudah terbakar seperti alkohol, minyak goreng, dan bahan kimia.
- Kelas C: melibatkan peralatan listrik seperti oven, microwave, blender, atau kulkas.
- Kelas K: kebakaran minyak panas di dapur, risiko tertinggi di restoran.
Dengan memahami klasifikasi ini, pemilik restoran dapat menyiapkan alat proteksi dan SOP yang tepat.
Cara Mencegah Kebakaran di Restoran Mal
Berikut langkah-langkah komprehensif yang dapat diterapkan setiap restoran untuk meminimalkan risiko kebakaran secara efektif dan efisien.
1. Pemeriksaan dan Pemeliharaan Rutin
Peralatan dapur harus dicek secara berkala. Di antaranya kebocoran gas, kabel yang rusak, kompor yang tidak stabil, exhaust yang kotor, fryer yang terlalu panas dan lakukan inspeksi rutin. Ini menjadi fondasi dari keselamatan dapur.
2. Pelatihan Keselamatan untuk Karyawan
Semua karyawan wajib menguasai cara menggunakan APAR, rute evakuasi, penanganan minyak panas, cara memadamkan api kelas B dan K, prosedur keadaan darurat hingga pelatihan berkala membuat seluruh tim responsif dan tidak panik saat insiden terjadi.
3. Pengelolaan Bahan Mudah Terbakar
Simpan minyak, alkohol, dan bahan kimia dii tempat tertutup, jauh dari kompor atau oven, simpan dengan wadah yang aman dan tidak bocor. Kebiasaan sederhana ini mencegah banyak risiko.
4. Tata Letak Dapur yang Aman
Desain dapur menentukan tingkat keamanan. Pastikan peralatan panas tidak berdekatan dengan tumpukan tisu, kardus, atau bahan makanan kering. Jalur pergerakan karyawan tidak sempit. Selain itu kompor dan fryer memiliki jarak aman dari material mudah terbakar.
5. Ventilasi yang Efektif
Sistem exhaust harus bersih dari residu minyak, berfungsi maksimal, diservis minimal tiap 6 bulan dan sesuai tipe masakan (exhaust tipe 1 untuk masakan berminyak). Ventilasi buruk merupakan salah satu penyebab kebakaran dapur paling umum.
6. Kebijakan Ketat tentang Merokok
Larangan merokok di area dapur dan penyimpanan harus diterapkan tegas. Sediakan area merokok jauh dari restoran.
7. Instalasi Alat Pemadam Kebakaran yang Memadai
Setiap restoran mal wajib memiliki sistem sprinkler otomatis, alarm dan detektor asap, fire suppression system untuk dapur, APAR kelas B dan K, manual call point yang mudah dijangkau. Selain itu gunakan APAR liquid gas yang efektif untuk kelas A, B, dan C serta tidak meninggalkan residu. Ini ideal untuk dapur restoran.
Rekomendasi Jenis APAR untuk Restoran
APAR liquid gas direkomendasikan untuk restoran karena mampu memadamkan kebakaran kelas A, B, dan C secara efektif, aman digunakan pada peralatan elektronik, serta tidak meninggalkan residu yang dapat mengotori dapur. Jenis APAR ini juga sangat cocok untuk area memasak yang berminyak, sehingga ideal diterapkan di restoran dalam mal yang umumnya memiliki ruang terbatas dan dipenuhi peralatan padat.
Untuk memaksimalkan fungsi APAR di restoran, pastikan alat pemadam ditempatkan pada titik-titik strategis yang dekat dengan area memasak, diberi label yang jelas, serta rutin diperiksa setiap bulan agar tetap dalam kondisi optimal. Selain itu, lakukan pelatihan berkala kepada karyawan agar mereka sigap menggunakan APAR saat terjadi kebakaran. Langkah-langkah ini sejalan dengan penerapan standar NFPA 96 yang menjadi pedoman penting bagi restoran di dalam mal dalam menjaga keselamatan dan pencegahan kebakaran.
National Fire Protection Association (NFPA) memberikan panduan komprehensif untuk mencegah kebakaran di dapur komersial:
1. Exhaust Memadai untuk Alat Masak
Masakan berminyak → wajib exhaust tipe 1
Oven atau baking ringan → tipe 2
2. Jaga Jarak Peralatan
NFPA merekomendasikan jarak minimal 18 inci (20,32 cm) dari bahan mudah terbakar.
3. Sistem Pembuangan yang Standar
Kap harus terbuat dari baja tahan api dan tahan korosi.
4. Corong Exhaust Harus Mudah Diakses
Pembersihan residu minyak menjadi prioritas.
5. Alat Pemadam Api yang Tepat
Restoran harus memiliki fire suppression system otomatis.
6. Inspeksi dan Perawatan Rutin
Minimal setiap 6 bulan untuk exhaust dan APAR.
7. Kebersihan Sistem Pembuangan
Residu minyak wajib dibersihkan agar tidak memicu percikan.
8. Pemilik Restoran Harus Bertanggung Jawab
Dokumentasi inspeksi, pelatihan tim, dan standar keselamatan harus dijaga ketat.





