Cemas dan Lega Menghadapi Omicron

Varian virus Omicron kabarnya sudah menyebar di 77 negara di dunia walaupun sejauh ini belum terdeteksi di Indonesia

VARIAN  baru virus corona (SARS-CoV-2) Omicron (B.1.1.159) asal Afrika Selatan yang menjadi isu ramai dibicarakan di media terkait pandemi Covid-19 menampilkan sisi negatif dan sekaligus harapan.

Sisi negatifnya, varian Omicron yang mampu bermutasi membentuk sampai lebih 30 galur baru memiliki peluang lebih tinggi menginfeksi ulang korbannya dan juga berisiko menembus kekebalan tubuh (imunitas).

Ribuan kasus paparan varian virus Omicron sejauh ini sudah merambah 77 negara di lintas benua sejak ditemukan di Afrika Selatan beberapa bulan lalu.

Dirjen Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Gheberyesus (14/12) mengingatkan terjadinya kemungkinan paparan Omicron ke sejumlah negara tanpa terdeteksi pada level yang tak pernah terduga sebelumnya.

Inggeris pekan ini mengonfirmasi kematian pertama warganya  akibat paparan Omicron., sementara Pakar WHO Bruce Aylwad juga mewanti-wanti agar semua pihak tidak cepat-cepat menyimpulkan, serangan Omicron dianggap ringan.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga mengingatkan, terpapar varian virus Omicron bisa jadi menjadi kasus dominan di daratan Eropa pada bulan-bulan ke depan, menggantikan posisi varian Delta (B117) asal India.

Menurut von der Leyen, melihat fakta, kasus paparan Omicon naik dua kali lipat setiap dua atau tiga hari, kelipatan yang cukup besar, pada pertengahan Januari nanti diperkirakan menjadi kasus yang dominan di Eropa.

Untuk itu ia meminta agar ketersediaan stok vaksin di Eropa bisa dipastikan  dan mendorong diberikannya vaksin penguat (booster) untuk mencegah penyebaran cepat Omicron.

Sementara di dalam negeri, yang membuat cemas pemerintah adalah libur Natal dan pergantian tahun yang memicu mobilitas masyarakat untuk berpegian atau pesiar yang bisa memicu gelombang baru penyebaran Covid-19.

Sebaliknya, kabar yang menggembirakan, sejauh ini belum ditemukan kasus paparan virus Omicron di Indonesia, dan selain itu walau kemampuan menginfeksi ulangnya tinggi, berdasarkan hasil kajian sejumlah pakar, Omicron bergejala ringan atau mudah disembuhkan. Namun berita terkini, Kamis (16/12) kasus pertama Omicron terdeteksi memapar petugas kebersihan di RS Darurat Covid, Kemayoran, Jakarta.

Capaian vaksinasi  di Indonesia juga sudah melampaui target WHO yakni 147 juta lebih (sampai 13 Desember) atau 70,7 persen untuk dosis pertama dan 103,5 juta penduduk (49,7 persen) dosis kedua dari target 208.26 juta penduduk.

Tingkat penyebaran harian Cvid juga terus turun, tercatat 213 kasus pada Kamis (1612) menjadi total 4.259.857 kasus dan angka kematian 10 orang menjadi total 143.393 orang.

Ketakutan berlebihan memang tidak perlu, tetapi waspada dengan tetap mematuhi prokes 3M, meningkatkan cakupan vaksinasi dan peningkatan program 3T (Tracing, Testing and Treatment) harus dilakukan.

Tidak ada kata kendor. Terus perangi Covid-19.

 

 

 

 

 

 

Advertisement