China Kepakkan Sayapnya di Timteng

Presiden Xi Jinping dan Raja Salman, Arab Saudi di Riyadh (7/12). Presiden X mennandatangani sejumlah kesepakatan dengan Saudi dan menghadiri KTT negara-negara Dewan Teluk.

CHINA tak hanya terus memupuk kekuatan militernya untuk menandingi Ameika Serikat, tetapi juga terus menggalang kemitraan dan kerjasama dengan negara-negara di berbagai kawasan.

Dengan negara-negara ASEAN misalnya, selain ada KTT China – ASEAN, digelar pula acara rutin China – ASEAN Expo di kota Nanning dua tahun sekali, begitu pula KTT China – Afrika tiap tiga tahun di Beijing yang diikuti 50-an negara di benua hitam itu.

Bahkan dengan negara pulau-pulau di Pasifik Selatan pun China hadir, tercermin dari kerjasama kepolisian antara kedua negara yang ditandatangani Maret lalu yang membuat gusar Australia.

Berita teranyar, Presiden China Xi Jinping mulai Rabu (7/12) melakukan lawatan tiga hari di Arab Saudi, bertemu dengan Raja Salman dan Putera Mahkota Mohammed bin Salman untuk membahas ragam peluang dan kerjasama bilateral.

Kedua negara dilaporkan akan menandatangani naskah kerjasama  awal dengan nilai 110 miliar riyal Arab Saudi atau 28,26 miliar dollar AS (setara Rp423,9 triliun).

Presiden Xi selama berada di Tanah Suci juga akan menghadiri KTT Kerjasama dan Pembangunan Riyadh dan Dewan Teluk (GCC) – China serta KTT Pembangunan Negara-negara Arab – Arab Saudi – China.

Sejumlah menteri dan petinggi negara-negara GCC diharapkan sudah berada di Riyadh, Jumat (9/12) untuk membahas rencana pertemuan puncak tersebut.

Sekjen GCC Naif Fallah Mubarak Al-Hajraf menyebutkan, KTT tiga pihak tersebut yang merupakan pertemuan puncak pertama Arab Saudi, China dan negara-negara di kawasan Teluk merupakan tindak lanjut pertemuan-pertemuan yang digelar sebelumnya.

Lawatan Xi ke Arab Saudi kali ini, menurut analis Saudi Ali Shihabi,  merupakan kedua kalinya setelah 2016 bermakna lebih dalam dan penting mengingat, posisi China sebagai importir terbesar miyak mentah Saudi dan juga mitra utama kerjasama militer.

Hubungan China – Arab Saudi terus berkembang terutama setelah lawatan Raja Salman dan Pangeran Mohammed bin Salman ke China pada 2015 dan kujungan balaan Xi setahun sesudahnya.

Sejauh ini, kedua negara telah menandatangani 14 kesepakatan a.l. kesertaan Arab Saudi dalam Program “Sabuk Ekonomi, Jalur Sutra, Prakarsa Jalur Maritim Abad ke-21 dan ragam kerjasama saling menguntungkan lainnya.

Era now ditandai kemitraan global ditandai hapusnya sekat-sekat agama dan ideologi, karena yang penting saling menguntungkan, saling menghormati dan saling toleran. (AP/AFP)

 

 

 

 

 

Advertisement