
JAKARTA – (KBKNEWS) – PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, gencatan senjata dengan Iran “sudah berakhir”, setelah kedua negara kembali saling serang.
Usai pernyataan Trump tersebut, harga minyak mentah dunia langsung melonjak lebih dari lima persen.
Dilansir kantor berita AFP, Rabu (8/7), patokan internasional minyak mentah Brent North Sea melonjak 5,3 persen menjadi US$78,09 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate naik 5,4 persen menjadi US$74,23 per barel.
Kenaikan ini terjadi setelah Trump mengatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir dan jet=jet tempur AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap 80 sasaran di Iran menyusul serangan terhadap kapal-kapal tanker di Selat Hormuz.
Serangan AS itu kemudian memicu gelombang pembalasan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di negara-negara Teluk.
“Saya rasa sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi, mereka sampah,” kata Trump pada KTT NATO di Ankara, ibu kota Turki, ketika ditanya apakah gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. “Sejauh yang saya ketahui, ini sudah berakhir,” cetus Trump.
Trump mengatakan dia akan berbicara dengan negosiator AS, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, yang telah berurusan dengan Iran. Namun, dia menegaskan bahwa terserah Teheran untuk kembali ke meja perundingan.
“Sejauh yang saya ketahui, berurusan dengan mereka hanya membuang-buang waktu. “Mereka pembohong,” kata Trump.
Trump menuduh Iran berulang kali memutarbalikkan apa yang telah disepakati dalam gencatan senjata yang ditandatangani Washington dan Teheran pada 17 Juni lalu.
“Semua orang setuju, tidak ada senjata nuklir. Kita membuat kesepakatan. Mereka keluar, bercanda kepada pers, mereka mengatakan kita bahkan tidak pernah membicarakannya,” ujar Trump.
Sementara itu Pusat Komando AS (Centcom) mengungkapkan, AS didukung pesawat-pesawat tempur dan rudal presisi telah menyerang 80 target di Iran seperti pusat komando, dan komunikasi, situs radar pantai dan peluncur rudal anti kapal serta lebih 60 kapal rudal cepat (FMB) milik Iran.
Serangan AS itu dilancarkan menyusul apa yang diklaim Centcom, Iran telah menyerang tiga kapal tanker yang meayari Selat Hormuz, masing-masing berbendera Arab Saudi, Kep. Marshall dan Liberia.
Iran sendiri dilaporkan langsung membalas serangan AS dengan meluncurkan rudal-rudal balistik ke pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.
Saling serang antara AS dan Iran membat proses perdamaian yang sedang berlangsung termasuk negosiasi antara wakial-wakil kedua negar di Burgenstock, Swiss 21 Juni lalu dan MoU Perdamaian yang diteken di Istaa Versailles Prancis, 17 Juni lalu menjadi tak bermakna. (AFP/ns).




