JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa melalui Cordofa (Corps Dai Dompet Dhuafa) menggelar Pelatihan Dai 2026 Batch 3 untuk wilayah Maluku pada 7–9 Juli 2026.
Sebanyak 28 pendakwah mengikuti pelatihan yang bertujuan mencetak dai yang mampu berdakwah secara kontekstual, adaptif, dan solutif bagi masyarakat.
Pelatihan yang berlangsung di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Ambon ini dibuka oleh Deputi Direktur I Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa, Juperta Panji Utama.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya karakter ESPro bagi para dai, yakni Edukatif, Solutif, dan Produktif, agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi ID Humanity Dompet Dhuafa bersama Dompet Dhuafa Cabang Maluku. Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Maluku, La Januri, berharap para peserta siap ditugaskan ke wilayah-wilayah terpencil yang masih membutuhkan pembinaan keislaman, termasuk daerah yang belum memiliki tokoh agama.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Program Kampung Zakat antara Dompet Dhuafa dan Kementerian Agama Kota Ambon.
Kerja sama ini difokuskan pada pemberdayaan masyarakat di Kampung Zakat Dusun Kranjang, Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon Baguala melalui pengelolaan zakat yang produktif.
Kepala Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Ambon, Nur Patima, mengatakan kolaborasi ini merupakan komitmen bersama untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf agar manfaatnya tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pelatihan dan penguatan kolaborasi tersebut, Dompet Dhuafa berharap para dai mampu menjadi agen perubahan yang menginspirasi serta memperkuat dakwah dan pemberdayaan umat hingga menjangkau wilayah-wilayah pelosok di Maluku.





