JAKARTA, KBKNEWS.id – Dalam rangka meningkatkan upaya dakwah di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), Dompet Dhuafa bersama Direktorat Penerangan Agama Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, menggelar Rapat Evaluasi Program Pengiriman Dai ke Wilayah 3T, Rabu (14/05/2025), di Hotel 101 Jakarta, Jalan Darmawangsa IX, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Diskusi juga dihadiri oleh berbagai mitra pelaksana program dakwah dari berbagai lembaga.
Acara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, KH Dr Ahmad Zayadi, MA, yang menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga-lembaga sosial keagamaan dalam mengisi ruang-ruang dakwah di wilayah pelosok Nusantara. Salah satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah mengevaluasi keberhasilan program pengiriman 1.000 dai/daiyah ke wilayah 3T selama tahun 2025. Program ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperluas jangkauan pembinaan keagamaan dan memperkuat moderasi beragama di seluruh penjuru negeri.
Dalam forum evaluasi tersebut, Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) tampil sebagai salah satu mitra strategis yang memberikan kontribusi signifikan. Melalui program yang dijalankan selama Ramadan 1446, ditambah lima hari pertama bulan Syawal 1446 H, Cordofa mengirimkan 303 dai dan daiyah ke berbagai daerah terpencil, termasuk wilayah perbatasan dan daerah yang sulit diakses. Para dai ini tidak hanya menjalankan tugas dakwah, tetapi juga berperan sebagai agen pemberdayaan masyarakat, pendidik, serta fasilitator sosial keagamaan.
Atas kontribusi tersebut, Cordofa menerima plakat penghargaan dari Kementerian Agama RI. Penghargaan diserahkan langsung oleh KH Dr Amirullah, MA, selaku Kasubdit Kemitraan Dakwah, kepada Ustaz Awang Ridwan Suhaedy, MA, yang mewakili Cordofa dalam kapasitasnya sebagai Kepala Bagian Kemitraan Dakwah Cordofa.
Dalam sambutannya, Ustaz Awang menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, keterlibatan Cordofa dalam program ini merupakan komitmen Dompet Dhuafa dalam menghadirkan dakwah yang merata dan inklusif hingga ke pelosok negeri.
“Tugas ini sangat berharga dan penuh tantangan. Alhamdulillah, Cordofa meresponsnya dengan penuh semangat melalui pengiriman 303 dai dan daiyah ke berbagai wilayah 3T. Apresiasi dari Kementerian Agama ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbuat lebih banyak bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa misi Cordofa bukan sekadar menyampaikan ceramah keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial, pendidikan, dan spiritual yang dihadapi masyarakat di wilayah terpencil. Melalui pendekatan dakwah yang holistik dan humanis, Cordofa berupaya membangun ketahanan spiritual sekaligus memberdayakan umat secara berkelanjutan.




