SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak mengatakan dari 785 survei yang terisi menunjukkan 52,1% penderita corona di Jatim hanya mengalami gejala batuk.
Kemudian 35,1% mengalami pilek dan 26,2% mengalami gejala demam di atas 38 derajat celcius. “Sedangkan gejala sesak napas yang umumnya menjadi indikasi utama COVID-19, berkontribusi 24,7% atau berada di peringkat ke 4,” kata dia di Gedung Negara Grahadi, Rabu (13/5/2020).
Karenanya dia meminta masyarakat harus menerapkan kewaspadaan setinggi mungkin. Sebab data menunjukkan hanya 24,7% yang sampai ke tahap sesak nafas. Padahal kunci dari COVID-19 adalah kesulitan bernafas.
Dia menjelaskan, dari jumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, banyak diantaranya tidak merasa keluhan berarti. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa.
Dari data menunjukkan, masih banyak dari mereka yang telah terkonfirmasi positif COVID-19 bukan karena mereka tampak sakit kemudian memeriksakan diri. Tetapi, keberadaannya karena teridentifikasi lalu dilakukan test.
“Jadi bukan karena mereka dalam keadaan sakit mereka datang tapi karena mereka teridentifikasi dan kemudian mereka ditest,” jelas dia, dilansir Sindonews.





