Di Balik Kasus Pencuri Ayam Tewas di Tabanan, Ayam Aduan Ternyata Bernilai hingga Rp 5 Juta

JAKARTA, KBKNEWS.id – Maraknya pencurian ayam aduan di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, disebut dipicu tingginya nilai ekonomi ayam aduan yang harganya bisa mencapai Rp 5 juta per ekor.

Kepala Desa Batunya I Made Riasa mengatakan, sebagaimana dikutip Tribun Bali, sekitar 80 persen warganya memelihara ayam aduan sebagai hobi sekaligus sumber penghasilan tambahan, sehingga aksi pencurian tak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga keresahan di masyarakat.

Menurut Riasa, pelaku umumnya mengincar ayam aduan berkualitas tinggi, bukan ayam biasa.

Aksi pencurian juga tidak hanya terjadi di Desa Batunya, tetapi meluas hingga desa tetangga seperti Baturiti dan Antapan.

Sepanjang 2026, Polsek Baturiti telah menerima enam laporan kasus pencurian, menjadikan wilayah tersebut rawan tindak kriminal.

Untuk mengantisipasi pencurian, pemerintah desa bersama pecalang memperketat patroli dan ronda malam hingga pukul 00.00 WITA.

Namun, pada Jumat (24/7/2026) dini hari, seorang pria berinisial KD diduga tertangkap saat hendak mencuri ayam aduan di Desa Batunya. Insiden tersebut berujung aksi main hakim sendiri yang menyebabkan KD meninggal dunia.

Polres Tabanan kemudian memeriksa 18 saksi dan menganalisis sejumlah rekaman video. Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan lima warga sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan tersebut.

Polisi juga terus mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam insiden itu.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here