
PERANG melawan pandemi Covid-19 di tanah air masih harus digelorakan terus karena penyebaran virus maut itu belum terkendali, malah menunjukkan lonjakan pada pekan-pekan terakhir ini.
Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19, Ahmad Yurianto, Minggu (5/7) mencatat, ada kenaikan 1.607 kasus baru orang positif terinfeksi, sehingga di seluruh Indonesia ada 63.749 kasus, 3.171 meninggal dan 29.105 pasien dinyatakan sembuh atau bertambah 886 orang dibandingkan sehari sebelumnya.
Lonjakan jumlah kasus baru yang rata-rata di atas 1.000 kasus dalam pekan-pekan terakhir ini kemungkinan terjadi akibat digalakkannya tes masif (rapid test dan PCR atau atau swab) dengan mengambil 915.482 specimen dan juga akibat pelonggaran PSBB di sejumlah wilayah atau kombinasi keduanya.
Yang mencemaskan, menurut Yurianto, mortality rate atau angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia yakni lima persen masih lebih tinggi dari tingkat global (4,7 persen), sebaliknya angka kesembuhan yakni 46,4 persen, lebih rendah dari rata-rata kesembuhan global (56,7 persen).
“Tidak ada ruang bagi kita untuk merasa pesimis dalam penanganan Covid-19, namun mutlak, masih diperlukan upaya keras dari segenap komponen bangsa untuk memutus rantai penyebarannya,” tutur Yurianto.
Mengenai kesiapan fasilitas kesehatan, menurut Yurianto, dari seluruh tempat tidur di RS yang disiapkan untuk mengisolasi pasien Covid-19 baru sekitar separuhnya (53.4 persen) yang terisi, sehingga sisanya masih cukup memadai untuk menampung pasien baru.
Yang mencemaskan, ancaman lonjakan Covid-19 terjadi di sejumlah wilayah termasuk Jabodetabek yang padat penduduknya, karena tampak sebagian warga mulai melonggarkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, jaga jarak dan cuci tangan.
Khusus DKI Jakarta, persepsi mayoritas warga yang menganggap sepele ancaman Covid-19, termasuk karena dangkalnya pemahaman mereka tentang bahaya virus tersebut dan juga minimnya informasi tentang orang terpapar Covid-19 di lingkungan mereka.
Hasil survei Nanyang Teknological University (TNU) Singapura dan Lapor Covid-19 melibatkan lebih 154 ribu lebih responden baru-baru ini menyebutkan, 77 persen warga Jakarta merasa “PD” menghadapi Covid-19, 67 persen menganggap kecil kemungkinan terpapar dan 94 persen tidak mengetahui ada tetangga mereka yang sudah terpapar.
Penambahan kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta sebanyak 256 kasus, Minggu lalu (5/7) menjadi kumulatif 12.295 kasus, meninggal 658 orang dan dinyatakan sembuh 7.663 orang mengindikasikan bahwa penyebaran Covd-19 belum bisa diabaikan.
Guna menekan jomlah korban Covid-19 di 154 pasar tradisional yang berpotensi menjadi sentra-sentra penyebaran baru, Pemprov DKI Jakarta telah menurunkan sekitar 5.000 PNS di jajarannya.
Ancaman Covid-19 terus mengintai, belum waktunya berleha-leha apa lagi menganggap Covid-19 sudah tidak ada.




