Covid-19 Tembus di Atas 3.000 Kasus Per Hari

Virus SARS-CoV-2 Varian Omicron dengan cepat bermutasi membentuk sub-sub varian baru. Pada 12 Juli '22 penularan harian sudah tembus di atas rata-rata 3.000 kasus sehari (3.361). Waspada! Tetap patuhi prokes!

ANGKA penularan Covid-19 dalam dua hari terakhir ini melonjak ke  3.361 kasus (12/7) dan 3.822 kasus (13/7), begitu pula angka kematian, pertama kali mencapai dua digit (12 orang, 13/7), padahal  sejak akhir Mei di bawah 10 kasus per hari.

Lonjakan angka Covid-19 memang sudah diprediksi sebelumnya, bahkan diperkirakan pada akhir Juli ini bisa mencapai 20.000 kasus per hari dan setelah itu diharapkan turun, pada fase pendemi ke endemi.

Jubir Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memperkirakan, tren kenaikan kasus Covid-19 varian BA.4 dan BA.5 di Indonesia bakal  terjadi beberapa waktu ke depan.

Di negeri lain, puncaknya terjadi antara 16 sampai 33 hari, sementara puncak orang dirawat inap di RS antara 29 sampai 49 hari setelah subvarian virus ditemukan. Di Indonesia subvarian tersebut ditemukan 36 hari lalu.

Paparan Covid-19 saat ini didominasi virus varian Omicron yang begitu cepat bermutasi menjadi sub-sub varian BA.4 dan BA5 yang mudah menyebar, mampu mereinfeksi, lolos dari sistem imunitas, namun fatalitas (tingkat kematiannya rendah).

Bahkan Konsorsium Imunologi Genomic SARS-CoV-2 India dilaporkan mendeteksi subvarian Omicron  lebih baru (BA2.74, BA2.75 dan BA2.76), sedangkan China mencatat pemunculan subvarian subvarian Omicron BA5.31.

BA2.75 sejauh ini juga sudah terdeteksi di 10 negara termasuk Australia, Jerman, Inggeris dan Kanada dan yang dicemaskan para epidemiologi, sejumlah besar subvarian baru memisahkan dari varian Omicron induknya.

Ciri khas subvarian BA.275, jumlah mutase spike-nya (protein peplomer) sangat tinggi , bisa menurunkan efikasi antibodi dan  menular melaui udara.

Kecemasan lainnya, perubahan genetik pada subvarian baru (BA-275 dan BA5.31 membuat virus lebih mudah meliwati antibodi, baik dari vaksinasi atau infeksi sebelumnya.

Sub varian BA2.75 dan BA5.31 juga sangat mncemaskan karena tanpa gejala seperti batuk atau demam, langsung menyerang sistem pernafasan (pneumonia).

Tidak perlu terlalu cemas, apalagi bingung, yang penting tetap patuh prokes, kenakan masker walau di ruang terbuka dan segera periksakan diri jika ada sesuatu yang dirasakan di tubuh.

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement