
SEPULUH hari telah berlalu sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM-D) se-Jawa Bali pada 3 Juli untuk memotong rantai penyebaran Covid-19, tapi alih-alih turun, sebaliknya malah menggila.
Pada hari kesepuluh, Senin (12/7) angka penambahan harian Covid-19 kembali memecahkan rekor, tembus pada 40.427 kasus sehingga akumulasi total menjadi 2.567. 630 kasus, sementara angka kematian bertambah 891 orang, menjadi total 67.335 kematian. Selasa (13/7) rekor pecah lagi menjadi 47.899 kasus menjadi total 2.615.519 kasus dengan 864 kematian sehinggat total kematian menjadi 68.219 orang.
Penambahan kasus Covid-19 di DKI Jakarta pada hari yang sama juga memecahkan rekor dengan 14.619 kasus, disusul Jawa Barat dengan 7.942 kasus, Jawa Timur 2.742 kasus dan Jawa Tengah 2.928 kasus.
Wagub DKI Jakarta Riza Patria mengaku PPKM di wilayahnya dengan pemberlakuan bekerja penuh di rumah (WFH) bagi karyawan sektor-sektor non-esensial dan 50 persen di sektor esensial dan pemberlakuan Surat Tanda Registrasi Kerja (STRK) mampu menekan 61,76 persen mobilitas warga, walau nyatanya angka paparan harian tetap melonjak.
Epidemiolog UI Windhu Purnomo juga menilai, walau dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebelumnya di Malang Raya dan Surabaya Raya banyak pelanggaran dan penularan meningkat, kebijakan itu masih perlu diteruskan.
Sementara Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan meginstruksikan pembukaan RS Lapangan TNI di berbagai kota guna merespons tingginya lonjakan penyebaran Covid-19.
RS-RS Lapangan yang dibuka TNI, ujarnya, akan menambah kapasitas RS-RS Darurat dari bangunan yang dikonversi bagi perawatan pasien Covid-19 di sejumlah daerah yang terjadi lonjakan pasien Covid-19.
Di DKI Jakarta saja, setelah pada awal pandemi pemerintah memanfaatkan Wisma Atlit Kemayoran (Jakpus) dan Pademangan (Jakut) sebagai RS Darurat Covid-19, juga sudah membuka Rumah Susun Pasar Rumput (Jaksel) dan Nagrak (Jakut) serta Asrama Haji, Pondok Gede (Jaktim).
Untuk mengatasi kelangkaan oksigen, pemerintah tengah mengupayakan impor 40.000 ton oksigen liquid dan 50.000 oksigen konsentrator, juga bantuan dari Singapura, Australia dan satu perusahaan China yang beroperasi di Indonesia.
Persoalan krusial lainnya saat ini yakni tingginya keterisian tempat tidur (BOR) di sejumlah kota di Jawa sebagian Sumatera dan Kalimantan yang sudah di atas 80 persen, bahkan ada yang sudah “over capacity”,
Pasien ditempatkan di tenda-teda darurat, bahkan di emper-emper dan lorong RS sudah jadi pemandangan biasa, bahkan di Jember, pasien terpaksa dirawat di atas kendaraa ambulance yang diparkir di halaman RS karena seluru ruang penuh.
Namun menurut Luhut, jika masyarakat mematuhi semua aturan PPKM Darurat yang diberlakukan di 122 kabupaten dan kota di Jawa (sejak 3 Juli) ditambah 15 di luar Jawa (mulai 12 Juli) sampai 20 Juli nanti, ia optimistis penyebaran Covid bakal segera turun.
Kuncinya, disiplin masyakarat mematuhi prokes 5M, jika tidak, musibah ini akan terus ditanggung bersama oleh segenap komponen bangsa.




