MALANG – Cuaca buruk membuat jalur pendakian Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur akan ditutup sejak 1 Januari 2018.
Kepala Balai Besar TNBTS John Kenedie mengatakan penutupan jalur pendakian Gunung Semeru merupakan bagian dari manajemen pelayanan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan berdasarkan beberapa pertimbangan di antaranya cuaca buruk.
Menurutnya intensitas frekuensi hujan di beberapa tempat termasuk di kawasan Bromo Tengger Semeru cenderung tinggi dan memperhatikan kondisi sepanjang jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu banyak mengalami kerusakan menjadi pertimbangan untuk menutup Gunung Semeru.
Menurutnya, kondisi cuaca yang cenderung memburuk disertai hujan lebat dan adanya pohon tumbang. Selain itu penutupan jalur pendakian Gunung Semeru bertujuan untuk pemulihan ekosistem secara alamiah di sepanjang jalur pendakian dalam upaya menjaga dan memelihara keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, beserta ekosistemnya.
“Selama jalur pendakian Semeru ditutup, kami juga akan meningkatkan pelayanan dengan memperbaiki sarana dan prasarana wisata yang berada di kawasan gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu,” katanya.





