SERANG – Intensitas hujan yang diperkirakan tinggi hingga November nanti, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang menambah personel di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengaku belum mendapat laporan cuaca terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Meski begitu, pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan membuat surat edaran yang disebar ke setiap kecamatan untuk waspada terhadap bencana banjir dan longsor.
“Dari 1 Oktober, kita sudah status siaga. Mulai dari relawan BPBD, TRC (tim reaksi cepat) kita siapkan untuk memantau di lapangan. Pusdalpos PB (Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana) juga kita tambah personelnya dan agar selalu standby,” tegas Nana, Minggu (2/10/2016), dikutip dari radarbanten.
Lebih lanjut dijelaskannya tugas relawan dan TRC adalah untuk memantau setiap kecamatan. Pihaknya sudah mempersiapkan kendaraan yang dibutuhkan untuk memberikan bantuan. “Semua sudah siaga sesuai tugas kita sebagai kooridinator. Kami juga koordinasi dengan stakeholder terkait kalau ada hal yang tidak diingankan,” ujarnya.
Adapun wilayah rawan bencana, dikatakan Nana, hampir di semua kecamatan, terutama kawasan yang dilintasi Sungai Ciujung, Pamarayan, Cikeusal, Tunjungteja, Carenang, Tirtayasa, Pontang, dan Padarincang. Ada sekitar delapan kecamatan. Lainnya, daerah rawan longsor di daerah pegunungan. Seperti Mancak, Anyar, dan Padarincang. “Ya, kami minta agar masyarakat waspada menghadapi musim penghujan sekarang, khususnya masyarakat daerah bantaran sungai dan pegunungan,” katanya.
Sementara itu Kepala Bidang Panggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (Damkar) pada BPBD Kabupaten Serang Maftuhi belum mendapat laporan adanya bencana dan menganggap sementara situasi masih normal “Tapi, tetap waspada karena dari informasi BMKG, diprediksi Oktober-November intensitas hujan tinggi,” ungkapnya.





