JAKARTA, KBKNEWS.id – Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang membawa bantuan menuju Gaza dilaporkan mendapat pencegatan dari militer Israel di tengah pelayaran.
Dalam rombongan internasional tersebut, terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk sejumlah jurnalis, yang ikut berada di kapal-kapal peserta flotilla.
Pengarah GPCI Ahmad Juwaini mengatakan, hingga Selasa (19/5/2026) pagi, sekitar 40 kapal dari total 57 armada flotilla telah diintersep tentara Israel. Selain kapal, ratusan aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara juga disebut ditahan.
“Dalam laporan yang kami terima dari Global Freedom Flotilla, sekitar 40 kapal telah ditahan. Total ada 332 aktivis kemanusiaan dan jurnalis yang saat ini berstatus ditahan,” ujar Ahmad saat menemui Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Jakarta, dilansir Republika.co.id.
Menurut Ahmad, misi kemanusiaan tersebut berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada 12 April 2026. Saat memasuki wilayah perairan Yunani, gelombang pertama kapal peserta sempat dicegat dan lebih dari 170 orang ditahan. Sebagian peserta kemudian dibebaskan setelah beberapa hari, namun ada pula yang baru dilepas hampir dua pekan kemudian.
Misi kemudian dilanjutkan dari Marmaris, Turki, dengan tambahan delegasi dari Indonesia. Namun pada Senin siang sekitar pukul 15.00 WIB, armada kembali diintersep pasukan Israel.
Dari sembilan WNI yang ikut dalam pelayaran kemanusiaan menuju Gaza, lima di antaranya dilaporkan telah ditahan, termasuk sejumlah jurnalis Indonesia.
Berikut daftar sembilan WNI dalam rombongan Global Sumud Flotilla:
1. Herman Budianto Sudarsono (Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu (Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat) – Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad (Spirit of Aqsa) – Kapal Kasri Sadabad
5. Hendro Prasetyo (SMART 171) – Kapal Kasri Sadabad
6. Bambang Noroyono (Jurnalis Republika) – Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (Jurnalis Republika) – Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis Tempo) – Kapal Ozgurluk
9. Rahendro Herubowo (kontributor iNews TV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia) – Kapal Ozgurluk
Kasus penahanan para aktivis dan jurnalis tersebut memicu desakan dari berbagai pihak agar pemerintah Indonesia segera menempuh langkah diplomatik untuk membebaskan para WNI yang ditahan Israel.





