BANDUNG – Selama Agustus 2017, Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang masih berstatus awas atau berada di level IV telah mengalami 65 erupsi sesuai pengamatan PVMBG.
Kepala PVMBG Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, Kasbani juga mengatakan jika guguran awan panas teramati 22 kali kejadian dengan mengarah timur-tenggara sejauh 2.000-4.500 meter.
Untuk tingkat kegempaan didominasi oleh gempa guguran dan Low Frequency masing-masing terekam sebanyak 1.487 dan 591 kejadian perbulan. Untuk gempa erupsi terekam selama Agustus 2017 sebanyak 79 kejadian perbulan.
Ia meminta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung tersebut tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak, tujuh kilometer untuk sektor selatan-tenggara, enam kilometer untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak empat kilometer untuk sektor utara-timur Gunung Sinabung.
Selain itu, masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar karena telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus. Maka, penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai tersebut untuk meningkatkan kewaspadaannya.
“Karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar atau banjir bandang ke hilir,” kata dia, di Bandung, Rabu (6/9/2017), seperti dikutip Antara.





