JAKARTA – Pencari suaka kembali mendirikan tenda di penampungan bekas Markas Komando Kodim 0503/Jakarta Barat di Kalideres, Jakarta Barat, karena kehabisan uang setelah mendapat kompensasi dari Komisi Tinggi PBB Untuk Urusan Pengungsi (UNHCR).
Salah satu pengungsi asal Afghanistan yang masih bertahan di penampungan, Ali, mewakili para pencari suaka yang kembali mengatakan uang kompensasi UNHCR sebesar Rp1-1,5 juta tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup per bulan.
“Mereka yang sudah dapat uang di Tebet dan sekarang balik lagi karena uangnya sudah habis dan tidak cukup untuk biaya hidup. Karena satu orang hanya Rp1 juta dan untuk yang berkeluarga dapat Rp1,5 juta,” kata Ali di Jakarta, Senin (9/9/2019), dikutip Antara.
Seorang anggota Taruna Siaga Bencana, Kartiwan, mayoritas berasal dari Afghanistan mengatakan mereka kembali mendirikan tenda gunung di halaman penampungan.
Kendati masih dibiarkan tinggal di penampungan, bantuan, termasuk makanan untuk para pencari suaka sudah dihentikan sejak beberapa hari lalu. “Kalau untuk listrik dan air mereka patungan beli token karena ada bantuan gardu dari swasta yang dipasang disini,” kata dia, dikutip Antara.
Sebelumnya, pencari suaka diberi waktu hingga awal September 2019 untuk mengosongkan gedung eks Kodim Kalideres Jakarta Barat dengan pemberian uang kompensasi UNHCR selama enam bulan.





