Puluhan Siswa SD di Soreang Keracunan Diduga Akibat Permen

Ilustrasi : Warga keracunan. Foto: klikpositif

BANDUNG – Sebanyak 21 siswa Sekolah Dasar (SD) Kamasan III, Banjaran, Soreang, Bandung mengalami keracunan ddiduga akibat akan permen.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung kini tengah meneliti lebih lanjut untuk mengetahui penyebab keracunan.

Kepala Puskesmas Kiangroke, dr Sambawa Kusumadinata mengungkapkan pihaknya menerima pasien 21 siswa SD Kamasan III pada Kamis (30/8/2019). Kemudian pihaknya melakukan investigasi dan mengambil sampel dari permen yang dimakan bersama oleh para siswa.

“Sampel diambil dulu untuk diperiksa Dinkes Kabupaten Bandung ke laboratorium. Kalau Kedaluwaraa kita gak lihat itu,” ujarnya, Jumat (30/8/2019).

Menurutnya,  kemarin pihaknya melakukan tindakan penanganan kepada para siswa dan pukul 11.00 Wib sudah bisa pulang. Mereka katanya hanya mengalami pusing-pusing setelah itu pihaknya mengantarkan siswa pulang.

Dr Sambawa menambahkan pihaknya memperkirakan para siswa mengalami keracunan dari makanan tersebut. Namun hingga saat ini pemeriksaan lebih lanjut terhadap sampel permen yang dibawa masih dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Bandung.

Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Adang S mengimbau kepada kepala sekolah dan guru untuk memperhatikan serta mengawasi jenis jajanan yang dijual di lingkungan sekolah.

Guru SDN Kamasan III, Tati Khoiriyah mengungkapkan anak-anak yang mengalami keracunan mendapatkan permen tersebut dari teman kelasnya yang berjualan. Bentuk permennya sendiri katanya seperti sikat gigi dengan odol diatasnya.

“Jadi yang jualannya juga bukan dari kantin sekolah atau lingkungan sekolah tapi teman kelasnya. Anak itu dapat dari orangtuanya yang belanja dari pasar. Niatnya anak itu baik membantu orang tua jualan dikelas. Jualan permen keras yang ada gambar sikat gigi dan odol,” ujarnya, dikutip Republika.co.id.

Advertisement