BANDUNG – Banjir mengepung permukiman penduduk dan jalan raya di Kecamatan Dayeuhkolot, Sabtu (29/10/2016), karena luapan Sungai Citarum.
Kabag Humas Kabupaten Bandung, Achmad Kosasih, mengatakan di Desa Cieureup di Kecamatan Dayeuhkolot banjir menggenangi Kampung Babakan Leuwi Bandung sampai ketinggian 130 cm, Kampung Lamajang dan kampung Lamajang Peuntas sampai ketinggian 70 cm.
Sedangkan di Desa Dayeuhkolot, banjir menggenangi Kampung Sangkuriang dengan ketinggian 150 cm, Kampung Citeureup sampai 180 cm, Kampung Bojongasih sampai 180 cm, Zipur 80 cm, Bolero 180 cm, kaum 180 cm dan Cilisung 150 cm.
“Pengungsi di Aula Desa Dayeuhkolot 55 jiwa dengan 6 lansia dan 14 balita. Pengungsi di Kelurahan Pasawahan 373 jiwa, dengan 4 ibu hamil, 37 balita, dan 19 lansia. Di Masjid Asshofia 45 jiwa, dan Masjid Al-Mustofa 21 jiwa,” kata Achmad, Sabtu (29/10/2016), dikutip dari Tribun Jabar.
Sementara itu di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 180 cm, sedangkan di pemukiman dan Jalan Andir-Katapang mencapai 90 cm.
Hal serupa terjadi di Kampung Cieunteung dan Cigosol yang lebih dulu terendam banjir. Ratusan pengungsi terdapat di GOR Kelurahan Baleendah dan Aula Inkanas.
Sedangkan di Kecamatan Bojongsoang, banjir menggenangi Kampung Cigebar di Desa Bojongsari dengan TMA 100 cm.
Di Gudang Tenggo, pengungsi mencapai 51 jiwa, di antaranya 5 balita 10 lansia. Di Madrasah Nurulhaq, terdapat 56 jiwa, di antaranya 4 lansia 8 balita.




