DD Fokus Berdayakan Umat Melalui Pendekatan Budaya

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi drg. Imam Rulyawan, MARS saat Public Expose Dompet Dhuafa 2018, di Menteng, (30/1/2018)

JAKARTA (KBK) – Jelang 25 tahun ke dua Dompet Dhuafa semakin fokus lakulan pemberdayaan berbasis budaya.

Direktur Dompet Dhuafa Filantropi Drg. Imam Rulyawan MARS menuturkan budaya yang dimaksud bukan budaya dalam arti kesenian semata. Melainkan budaya dalam makna luas guna memberdayakan umat.

“Di 25 tahun kedua ini kita fokus melalui pendekatan budaya, yakni budaya bertani, budaya hidup sehat dan budaya masyarakat yang berpendidikan,” jelas Imam dalam Publik Ekspos Dompet Dhuafa di Jakarta (30/1).

Budaya tersebut kata Imam terus digenjot Dompet Dhuafa dalam program M3 yakni mustahik move to muzaki. Ada pun program M3 lanjut Imam sudah menyebar ke seluruh pelosok tanah air dan telah berhasil memberdayakan hingga 1,682, 895 mustahik dan
82,853 kaum dhuafa di 26 negara.

“Kesenjangan di Indonesia peringkat empat di bawah Rusia, India dan Thailand. Ini yang mesti kami perkecil, melalui dana zakat dan wakaf jangan sampai kesenjangan itu terus meluas,” jelas Imam.

Di 2017 kata Imam, Dompet Dhuafa berhasil penghimpun dana zakat, wakaf, CSR sejumlah Rp 373.83 miliar. Namun jumlah tersebut dinilai masih jauh dari target guna mengentaskan mustahik yang ada di Indonesia.

“Masih ada 23,92 juta jiwa yang membutuhkan bantuan dengan dana Rp 90,89 triliun. Namun saya optimis bisa karena potensi zakat ada Rp 200 triliun. Kita bantu pemerintah, berikan yang terbaik melalui pendekatan budaya,” imbuhnya

Advertisement