Debit Air di Bendungan Majalengka Mulai Surut

ilustrasi

MAJALENGKA– Debit air di sejumlah bendungan di Kabupaten Majalengka mulai menurun. Hal ini disebabkan lantaran di daerah itu tidak turun hujan sepekan lebih.

Akibatya,tambak limpas pun mengering, sehingga para petugas harus beramai-ramai membendung pintu agar air bisa mengalir ke saluran induk.

Debit air Bendung di Kecamatan Cigasong pun menurun drastis. Kini tinggal 1,2 meter kubik per detik. Padahal beberapa hari sebelumnya debit air masih cukup besar lebih dari 1,5 meter kubik per detik. Air tersebut dibagi kedua saluran induk Citangkurak dan Saluran Induk Cikasarung.

Air yang melintas di tambak limpas lima hari sebelumnya masih setinggi 5 sentimeter, sedangkan normalnya mencapai 10 hingga 20 sentimeter. Namun, sejak dua hari belakangan ini di bagian ujung mulai kering tidak berair, dam tinggal di bagian tengah yang ketinggiannyapun tidak begitu banyak.

“Beberapa hari lalu tambak limpas sungai Cideres sempat mengering, sampai-sampai orang bisa berjalan di atas tambak limpas dengan leluasa karena tidak ada air. Karena debit berkurang kami berupaya membendung sungai agar air bisa masuk kepintu irigasi,” ungkap Uat, salah seorang pengurus bendungan seperti dilaporkan PR, Selasa (26/4).

Tapi, menurut Uat pasokan air ke dua saluran Citangkurak dan Cikasarung masih aman masing-masing 40 liter kubik per detik. Seluruh kebutuhan air ke pesawahan petani dan pengusaha pencucian mobilpun masih tetap terpenuhi. Debit air ke Citangkurak masih mencukupi untuk pengairan sawah seluas 680 hektare demikian juga ke Saluran Induk Cikasarung cukup untuk mengairi areal sawah seluas 697 haektare sesuai luas sawah yang ada.

Advertisement