Deddy Mizwar: Masjid Harus Jadi Pusat Pengembangan Kebudayaan

Wagub Jabar, Deddy Mizwar dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi sebelum meresmikan masjid Al Madinah

BOGOR (KBK)—Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar sepakat, masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ritual ibadah. Menurutnya, masjid juga harus menjadi pusat peradaban dan pengembangan kebudayaan. Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi gagasan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi tentang masjid sebagai center of exellent.

“Jadi masjid memang harus jadi pengembangan kebudayaan yang ujungnya pada penguatan ketakwaan,” katanya saat memberikan sambutan di acara Soft Launching Masjid Al Madinah Dompet Dhuafa, Jumat (29/4/2016).

Aktor senior ini berpendapat, sudah seharusnya keberadaan masjid menjadi pendorong berkembangnya pendidikan, ekonomi, dan budaya. “Kita ingin pembangunan masjid seperti juga dilakukan di banyak tempat lainnya,” tambahnya.

Pemeran Naga Bonar mencontohkan peradaban Turki yang maju karena dimulai dari masjid. “Di Turki, shalat subuh seperti shalat Jumat, sangat ramai sekali. Tak heran peradaban Turki sangat berkembang,” jelasnya.

Deddy juga menegaskan, kemakmuran masjid adalah indikasi kuatnya ikatan sosial masyarakat. “Semakin ramai masjid semakin kuat ukhuwan islamiyah, sebaliknya semakin sepi, berarti ukhuwah islamiyah masyarakat sekitar juga lemah,” tukasnya.

 

Advertisement