BANJARMASIN – Seorang bocah berusia empat tahun asal Banjarmasin, Salman Al Farizi mengalami patah tulang belakang sejak usia 1,5 tahun dan hingga kini tak berdaya karena tak ada biaya.
Rizi, begitu panggilan Salman Al Farizi, tinggal bersama nenek dan ayahnya di Jalan Lingkar Basirih, Gang Flamboyan 3 Ujung, RT 7/RW 1, Banjarmasin Barat.
Sementara itu bapak Rizi bernama Heru Salmani. Pria 30 tahun itu sudah berhenti kerja karena mengidap tuberkulosis. Untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, Ramlah berjualan kue dan sayur.
Menurut Ramlah, Rizi lahir dalam kondisi normal. Saat berusia 1,5 tahun, bocah itu terjatuh di teras rumah. Semula tidak ada yang terlihat aneh terhadap Rizi. Namun, setelah usianya 2 tahun, mulai ada tanda-tanda yang kurang bagus. Ada benjolan di bagian tengah dada dan punggung Rizi.
Ramlah kemudian memeriksakan Rizi ke puskesmas terdekat, lalu dirujuk ke rumah sakit karena perlu melihat tubuh bagian dalam.
Hasil rontgen ternyata menunjukkan ada tulang yang patah. Awalnya Rizi sempat mendapat perawatan. Tapi, karena terkendala biaya, akhirnya pengobatan terhenti.
Derita yang menimpa Rizi sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Kepada Radar Banjarmasin yang menemuinya pada Senin (19/2/2018), Ramlah berharap ada uluran tangan dari pemerintah untuk membantu pengobatan.





