Desa di Filipina ini Hancur dalam Hitungan Menit Akibat Badai Tembin

FILIPINA – Desa Dalama di kota Tubod, Filipina sekarang terlihat seperti dasar sungai yang kering, kecuali beberapa rumah yang berhasil menempel di pondasi mereka.
Di sana sini, orang-orang menyaring puing-puing yang berharap menemukan sesuatu yang berharga.
Tapi mereka bukan pemilik, karena pemiliknya entah di tempat lain atau sudah meninggal.

Sebelum Badai Tropis Tembin memasuki wilayah Mindanao bagian selatan Filipina pada pagi hari tanggal 22 Desember 2017, pejabat pemerintah kota Tubod memperingatkan warga Dalama untuk mengungsi. Ketakutannya adalah bahwa desa tersebut, yang terletak di dekat sebuah sungai di lereng gunung, bisa dilenyapkan oleh banjir bandang atau tanah longsor.

“Semuanya terjadi begitu cepat,” penduduk desa yang masih hidup memberitahu siapa saja yang mau mendengarkan.

“Bahkan tidak lima menit, seluruh desa sudah pergi sebelum kita menyadari apa yang sedang terjadi.” ungkapnya, pada Aljazeera.

Dari 104 rumah yang dulunya terdiri dari lingkungan Purok-2A desa, hanya dua yang masih berdiri. Tim penyelamat sejauh ini telah mengumpulkan 32 jenazah dari puing-puing, tapi mereka tidak dapat mengidentifikasi dari daftar 13 penduduk desa yang masih hilang karena mayat-mayat itu rusak tanpa disadari.

Menurut Vicmar Paloma, petugas manajemen bencana setempat, banyak penduduk desa mengabaikan peringatan evakuasi karena mereka melewati badai di masa lalu.

Orang-orang, kata Paloma,  pernah mendengar peringatan serupa sebelumnya dan tidak ada yang terjadi. “Jadi mereka pikir mereka bisa tinggal. Pada saat mereka menyadari bahayanya, sudah terlambat,” kata Paloma.

Advertisement