Di Banyuwangi, Jaga Pasien Sakit dapat Uang Saku

Ilustrasu rumah sakit

BANYUWANGI –  Pemkab Banyuwangi akan memberikan santunan/ biaya pengganti kepada keluarga penunggu pasien yang dirawat di rumah sakit atau puskesmas.

Rencana ini ditargetkan berjalan dalam dua bulan ke depan. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan adanya keengganan warga yang sakit ini tidak mau dirawat ke rumah sakit.

“Ternyata probelmnya adalah keluarga yang menunggu ini tidak mau berlama-lama lantaran mereka jualan atau bekerja. Jadi solusi kami, pasien ini bisa mendapat perawatan tapi keluarganya juga tenang menunggu dan tidak khawatir kehilangan penghasilan sehari-hari. Yaitu dengan memberikan uang pengganti,” terangnya, Jumat (13/10/2017).

Nantinya, kata Anas, warga yang menunggu keluarganya dirawat di rumah sakit dapat semacam uang pengganti karena dia kan harus meninggalkan pekerjaannya sehari-hari. Ini juga merupakan sebuah paket lengkap dari program kesehatan di Banyuwangi. Pasalnya, bagi pasien yang mengalami sakit seluruh biaya berobat ditanggung gratis, ditambah dengan mendapat uang saku.

“Kita sedang sinkronkan regulasinya, konsultasi ke pemerintah pusat dan BPK. Kita ingin berinovasi dengan tidak melenceng dari aturan keuangan negara,” jelas Anas.

Anas menambahkan, santunan atau uang pengganti ini diberikan ke warga yang dirawat di kelas III atau menggunakan skema JKN-KIS dan skema surat keluarga miskin Pemkab Banyuwangi.

“Besaran angkanya sedang dihitung. Bisa Rp 50.000 per hari, bisa Rp 75.000 per hari. Jadi kalau keluarganya dirawat tiga hari, ya tinggal dikalikan. Saya pastikan ini dimulai dua bulan ke depan atau awal Januari. Total berapa miliar, pasti dianggarkan,” terangnya.

Mekanismenya, nantinya akan dibuat sesederhana mungkin. Misalnya, menyertakan KTP, kartu keluarga, dan surat keterangan dari rumah sakit/puskesmas.

“Bisa juga nanti menyertarakan Surat Keterangan Miskin (SKM) Kemudian diverifikasi dinas terkait, lalu dicairkan. Kalau JKN-KIS jelas itu mendapat, tapi dihitung hanya 1 orang saja,” imbuh Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi. dr. Widji Lestarino, dilansir Beritajatim.

 

Advertisement