Dihibahkan Gerobak, Amak Rosna Berhenti Ngemis

PADANG–Beliau akrab disapa Amak Rosna. Wanita paruh baya berusia 53 tahun ini, hampir setahun  kesehariannya duduk di depan salah satu rumah makan tak jauh dari Kantor Layanan Dompet Dhuafa Singgalang, menunggu belas kasihan dari orang-orang yang berlalu lalang.

Amak Rosna asli Pasaman. Menyandang status janda 10 tahun lalu, ia berharap urbanisasi ke Padang tahun 2011 dapat mengubah penghidupan jadi lebih baik. Namun, ternyata tak sepeti yang diharapkan. Kembali pun ke Pasaman, tenaganya tak setangguh dulu untuk menggarap sawah.

Ketika waktu dzuhur masuk, tak jarang para Amil Dompet Dhuafa Singgalang dalam perjalanannya menuju masjid bertegur sapa dengan Amak Rosna. Juga pemberian santuan serta memotivasi agar Amak Rosna dapat mencari profesi yang lebih baik. Akhirnya, Amak Rosna bertekad kuat untuk move on dari rutinitasnya dan mengemukakan keinginan untuk berwirausaha pada Layanan Mustahik Dompet Dhuafa Singgalang, Fauzi Yandri.

“Amak ingin jualan sayur pakai gerobak Pau, dekat rumah amak di daerah Lubuk Buaya,” begitu tekad beliau.

Tekad Amak Rosna menghantar langkah Fauzi tiba di hamparan sawah kering, yang di tengah-tengahnya terdapat gubuk mungil di Lubuk Buaya. Ya, di sana tempat Amak Rosna dan anaknya tinggal.

“Amak cuma numpang disini, kebetulan ada dermawan yang mengijinkan amak menumpang,” tutur Amak Rosna yang sudah lima tahun menghuni gubuk itu.

Namun, kapanpun Amak Rosna haru siap untuk mencari tempat tinggal lain, karena menurut perjanjian dengan si pemilik tanah, Amak akan pindah jika si Pemilik tanah ingin menggarap lahan di sana. Tapi Alhamdulillah, sampai saat ini Amak Pemilik tanah tak pernah menuntut Amak Rosna untuk pindah.

“Alhamdulillah sekarang Amak dapat gerobak dari Dompet Dhuafa Singgalang,Insya Allah Amak akan memulai jualan sayuran di komplek perumahan tempat tinggal Amak pakai gerobak ini,” berulang kali ucapan terima kasih terucap dari bibir beliau ketika Fauzi mengantarkan gerobak donasi Donatur Dompet Dhuafa Singgalang pada Rabu (30/11).

Bahkan, pagi harinya beliau telah pamit serta berbagi hasil ia meminta-minta kepada rekan seprofesinya, menyatakan tekadnya untuk tidak mengemis lagi. Ia meniatkan pemberiannya tersebut sebagai sedekah, karena ia telah mendapat kado yang lebih baik, memulai usaha berjualan sayur dengan gerobak barunya.Semoga usaha beliau dimudahkan Allah SWT. (nisa)

Advertisement