Laga Sepakbola dan Pilkada

laga di piala AFF2016

SEGENAP pemirsa TV di seluruh tanah air larut dalam kegembiraan saat gelandang serang skuad Garuda, Steffano Lilipaly melesakkan gol ke gawang kesebelasan Singapura dalam laga perebutan piala AFF Suzuki 2016 di stadion Rizal Memorial, Manila, pekan lalu (25/11).

Gol perdana pemain naturalisasi asal Belanda yang dipersembahkannya bagi tim nasional itu sekaligus menempatkan kesebelasan Indonesia menjadi runner-up untuk melaju bersama juara grup, Thailand, ke babak semi final AFF. Ini adalah pencapaian pertama Indonesia sejak piala AFF 2010.

Kesebelasan Indonesia selanjutnya akan tampil di laga pertama semi final Suzuki melawan juara grup lainnya, Vietnam di stadion Pakansari, Bogor pada 3 Desember.

Luapan kegembiraan para penggemar sepakbola di Indonesia bisa dimaklumi, selain karena di tahun tahun belakangan ini timnas paceklik prestasi, persepakbolaan nasional hanya ramai oleh kegaduhan dan carut marut kepengurusan PSSI berujung jatuhnya sanksi FIFA sehingga pemain Indonesia absen dari laga internasional sekitar 1,5 tahun.

Sepakbola di sisi lain adalah aktivitas yang bebas sentimen SARA, berbeda dengan panggung politik nasional yang gaduh beberapa bulan ini akibat isu dugaan penistaan agama yang dipersangkakan terhadap Gubernur (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Di arena politik, bangsa Indonesiapun seolah-olah terbelah menjadi dua kubu dalam menyikapinya. Suhu politik semakin menghangat diwarnai sikap saling tidak terelakkan setelah presiden menyebutkan ada aktor politik yang ikut menunggangi aksi massa untuk kepentingan mereka.

Sedangkan di gelanggang sepakbola, luapan kebersamaan emosi, baik sukacita yang dilampiaskan saat kesebelasan yang didukung menang atau kekecewaan saat tim pujaannya kalah, muncul secara naluriah serta dirasakan bersama.
Sepakbola bisa juga menjadi isu sensitif dan penting dari sudut harga diri bangsa. Buktinya, bisa menyulut perang seperti yang terjadi antara Honduras dan Salvador. “La Guerra del futbol” (Perang Sepakbola) pada 14 sampai 18 Juli 1969.

Bermula dari pertandingan babak kualifikasi Piala FIFA 1970. Pada laga pertama di ibukota Honduras, Tegucigalpa, kesebelasan tuan rumah menang, sedangkan pada laga kedua di ibukota Salvador, San Salvador, tuan rumah berhasil membalas kekalahannya. Perang tidak terhindarkan, dipicu hasil pertandingan, diperburuk hubungan diplomatik antara kedua negara yang memang sedang bersitegang.

Ujung-ujungnya, pasukan Salvador menyerbu wilayah Honduras. Kedua negara yang berseteru, baru menyepakati gencatan senjata setelah ditengahi oleh Organisasi negara-negara Amerika (OAS).

Di negeri yang menjunjung tinggi nilai-nilai HAM seperti di Inggeris, masih ada saja kelompok supporter sepakbola bernama “hooligan” yang sering berulah dan memicu keributan, seperti halnya aksi-aksi menjurus kriminal, bahkan berujung maut seperti yang dipertontonkan oleh Jakmania atau Bonek .

Saat tim Garuda berupaya memenangkan laga Piala AFF Suzuki, pilkada serentak yang digelar pada pertengahan Februari 2017, termasuk untuk memilih gubernur DKI Jakarta, tidak kalah serunya.

Bedanya, banyak cara bisa dilakukan untuk memenangkan atau menjegal lawan. Isu deparpolisasi dihembuskan, saat seorang calon dengan “PD” berani maju tanpa dukungan parpol. Perbedaan keyakinan dan asal-usul calon juga bisa dijadikan “peluru” , apalagi kebetulan sang calon terpancing “menyenggol” isu sensitif agama sehingga membuat massa meradang.

Berbeda dengan sepakbola, masalahnya rampung begitu pertandingan final usai. Tim pemenang, bahkan sang pecundang dan juga kiprah individu pemain akan tercatat dalam sejarah. Publik akan mengingat atau melupakannya tergantung dalam-tidaknya kesan yang tersimpan di bawah sadar mereka.

Sebaliknya, para pemenang dalam pilkada harus membuktikan lagi ‘’lakon” dan karyanya selama masa jabatan untuk menyejahterakan rakyat dan membuat daerahnya lebih baik seperti yang dijanjikannya saat kampanye.
Rakyat pemilih dalam pilkada juga harus membuktikan lagi, apakah pilihannya tidak keliru, dan mereka tidak hanya menjadi korban janji-janji kosong kampanye.

Selamat memilih. Pertimbangkan masak-masak sebelum mencoblos.

Advertisement