JAKARTA-Dinas Kebersihan DKI Jakarta akan menyiagakan personel di beberapa titik aliran Kali Ciliwung untuk menjaring sampah kiriman dari hulu. Ini dilakukan setelah jembatan Kalibata, di Rawajati, Jakarta Selatan dibongkar.
Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim mengatakan, pihaknya sudah menyusuri Kali Ciliwung pada Minggu (20/3) kemarin untuk memetakan titik-titik di mana sampah akan tersangkut.
“Karena selama ini kalau dapat banjir kiriman sampah nyangkut di sana. Kalau Jembatan Kalibata dibongkar berarti sampah lolos nih, kita akan petakan titik nyangkutnya di mana saja. Karena kita akan tempatkan petugas dan alat berat di situ,” kata Ali, Senin (21/3) seperti dilaporkan Beritajakarta.
Dikatakan Ali, sudah ditentukan dua lokasi yang berpotensi terjadi penumpukan sampah apabila ada debit air Kali Ciliwung meningkat yakni, Jembatan Kampung Melayu dan Jembatan Slamet Riyadi.
“Kemungkinan sampah nyangkutnya pindah ke Jembatan Kampung Melayu. Nanti kita pasang sekat di situ, kita siagakan petugas, truk dan dua unit alat berat,” ucapnya.
Menurut Ali, ada sekitar 20 petugas bersiaga di masing-masing lokasi tersebut. Penambahan petugas dan alat berat sifatnya situasional.
“Kalau butuh banyak kita kirim. Petugas juga masih tetap di eks Jembatan Kalibata, bukannya kita lepas begitu saja, tetap kita halau juga di sana,” tutur Ali.
Kalaupun masih ada sampah yang lolos, Pintu Air Manggarai dan Ciliwung Kota sudah siap menghalau sampah kiriman.
“Di sana petugas memang sudah disiagakan. Kalau Ciliwung Kota nanti akan diprogramkan masuk dari Berlan, kalau yang di Manggarai sudah siap,” tandas Ali.





