Dinsos Dampingi Dua Remaja Sukabumi yang Hendak Dijual ke Papua

HumanTrafficking
ilustrasi

MAKASSAR – Dinas Sosial Sulawesi Selatan mengawal dan mendampingi ketat dua perempuan muda berinisial AS (16) dan LA (19), asal Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang berhasil diselamatkan dari dua muncikari di Makassar yang dipanggilnya Mami Siska dan Mami Cindy.

Kepala Seksi (Kasie) Tindak Kekerasan dan Pekerja Migran Dinas Sosial Sulsel, Ibrahim Sudirman menjelaskan, sejak kedua perempuan muda ini dibawa ke kantor Dinas Sosial oleh jajaran Polsek Mamajang, Senin malam, (10/10/2016) pukul 20.00 wita, langsung diamankan di rumah aman yang terletak di Selatan Kota Makassar.

Ia melanjutkan selain didampingi dua Pekerja Sosial (Peksos) dari Rumah Perlindungan Trauma Center, di sana juga dijaga dua sekuriti yang berjaga 24 jam.

“Pendampingan oleh dua orang Peksos ini untuk melakukan pemulihan karena AS dan LA masih trauma pasca melewati peristiwa yang dialaminya, nyaris dikirim ke Papua dugaan akan dijual oleh muncikarinya. Sementara sekuritinya berjaga 24 jam, tapi mereka tidak mengenakan seragam agar tidak terlihat menonjol. Penjagaan cukup ketat karena dikhawatirkan orang-orang dari muncikari itu masih mengincarnya,” jelas Sudirman Ibrahim, dilansir merdeka.com, Rabu (12/10/2016).

Menurutnya keduanya belum bisa dipulangkan langsung kepada orangtuanya, karena masih butuh dua atau tiga hari lagi AS dan LA di rumah aman ini sampai kejiwaannya sudah sedikit membaik.

Sementara pihak Dinsos sudah memberi pengertian kepada orangtua agar tidak memarahi anaknya tapi membimbingnya jadi lebih baik.

“Setelah anak-anak ini sudah siap, orangtua mereka juga sudah siap maka barulah mereka dipulangkan. Tapi tidak sekadar dipulangkan, mereka tetap dalam pemantauan. Jika pihak Dinas Sosial atau Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak di sana gelar pelatihan maka mereka harus diutamakan. Misalnya, pelatihan menjahit untuk melatih kemandiriannya. Jika mereka sudah mandiri barulah dilepas masa pembinaannya,” jelasnya.

Pihak Dinsos juga benar-benar menjaga ketat agar tidak ada pihak mucikari yang datang kembali menjemputnya dan mengaku sebagai keluarga.

“Kita harus mewaspadai jangan sampai yang datang menjemput adalah antek-antek dari muncikari itu. Jadi harus jelas siapa mereka. Tapi bisa juga kita yang antar ke Sukabumi, tergantung situasinya nanti,” kata Arsal.

Advertisement