JAKARTA, KBKNews.id– Dunia sepak bola berduka. Penyerang Liverpool, Diogo Jota, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil tragis di wilayah Zamora, Spanyol, Kamis (3/7/2025) pagi.
Dalam insiden tersebut, sang adik Andre, yang juga seorang pesepak bola profesional, turut menjadi korban.
Menurut laporan Marca, mobil yang ditumpangi Jota dan Andre keluar dari jalur dan terguling di jalan provinsi Zamora, bagian barat laut Spanyol. Kecelakaan itu terjadi saat keduanya tengah dalam perjalanan pribadi, namun belum diketahui secara pasti penyebabnya.
Diogo Jota meninggal pada usia 28 tahun. Sejak bergabung dengan Liverpool dari Wolverhampton Wanderers pada 2020 dengan nilai transfer sebesar £41 juta, Jota tampil impresif bersama The Reds. Ia mencetak 65 gol dalam 182 penampilan di semua kompetisi untuk klub asal Merseyside itu.
Sepanjang kariernya di Liverpool, Jota turut merasakan manisnya trofi. Ia memenangkan gelar Premier League pada musim lalu, serta mengangkat trofi FA Cup, Community Shield, dan dua kali menjuarai Carabao Cup. Performanya yang konsisten menjadikannya salah satu pemain favorit di bawah asuhan Jurgen Klopp.
Tragedi ini datang hanya beberapa pekan setelah Jota menikahi kekasih lamanya, Rute Cardoso, pada 22 Juni lalu. Pasangan tersebut telah dikaruniai tiga anak. Kepergiannya yang mendadak tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga kecilnya.
Ucapan belasungkawa pun mengalir deras dari berbagai kalangan. Liverpool FC dalam pernyataan resminya menyebut Jota sebagai pemain yang luar biasa, penuh semangat, dan pribadi yang sangat dicintai di ruang ganti.
Diogo Jota memulai karier profesionalnya di klub Portugal, Paços de Ferreira, sebelum bergabung dengan Atlético Madrid. Namun, kariernya lebih banyak berkembang saat dipinjamkan ke FC Porto dan kemudian pindah ke Wolverhampton Wanderers.
Bersama Wolves, ia menjadi bagian dari kebangkitan klub di Premier League sebelum diboyong Liverpool.
Jota juga merupakan langganan tim nasional Portugal sejak 2019. Ia telah mencatatkan lebih dari 30 caps dan menjadi bagian dari skuad Piala Eropa. Kepergiannya meninggalkan lubang besar di dunia sepak bola Portugal dan internasional.





