Musibah berulang di Selat Bali

Petugas SAR Gabungan menyisir Selat Bali, untuk menyelamatkan kru dan penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam dalam pelayaran dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi , Jatim ke Gilimanuk, Bali, Rabu Tengah malam (foto: SAR Bali)

PENCARIAN masih berlangsung terhadap para korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali yang mengangkut 12 kru dan 53 penumpang dan 22 kendaraan , Rabu,  menjelang tengah malam (2/7).

Perwira kapal nahas itu, seperti dituturkan Dirjen Pehubungan Laut Kemenhub Masyhud, Kamis (3/7) masih sempat mengirimkan panggilan darurat pada Rabu malam pukul 23.30 setelah keberangkatannya dari Pelbauhan Ketapang, Banywangi ke Gilimanuk, Bali pukul 22.56.

Hingga pukul 10.00 waktu setempat, total sudah 31 orang penumpang yang dievakuasi dalam kondisi selamat dan saat ini berada dalam penanganan lebi lanjut di ASDP Gilimanuk, sedangkan empat orang dilaporkan meninggal dunia.

Empat penumpang pertama yang ditemukan selamat adalah warga Banyuwangi. Tiga orang di antaranya, yaitu Saroji (47), Mansur (40), dan Romi Alga Hidayat, berasal dari Blimbingsari, Banyuwangi. Adapun satu korban selamat lainnya, Sandi (44),  warga Genteng, Banyuwangi.

Mereka beruntung karena dapat meraih sekoci yang diturunkan saat kapal mulai miring, lalu dalam bilangan menit tenggelam.

Sejumlah penyintas KMP Tunu Pratama Jaya, bercerita bahwa mereka selamat karena melompat sesaat sebelum kapal terbalik. Yang lainnya berhasil keluar dari ruang penumpang karena terdorong arus air.

Mereka yang selamat mengaku tidak mendengar pengumuman kapal akan tenggelam, tapi terselamatkan oleh jaket jaket pelampung yang tercecer keluar dari kapal.

“Sekitar tiga menit setelah oleng kapal sudah terbalik. Saya masih sempat meloncat,” kata Bejo Santoso dikutip dari kantor berita Antara.

Sepanjang yang dia ingat, Bejo melompat menyelamatkan diri bersama puluhan penumpang lainnya. Sebelum kapal terbalik, ia sempat menjangkau jaket pelampung.

“Kalau penumpang di dalam ruang saya pesimis mereka bisa keluar, mengingat kapal terbalik dalam hitungan menit,” kata Bejo, asal Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur ini.

Sementara itu Tim gabungan terdiri dari unsur Basarnas, TNI/Polri, syahbandar, KPLP, ASDP, serta unsur terkait lainnya di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan. Identitas dan keterangan korban masih dalam proses pendataan.

Kemenhub memastikan operasi SAR masih berlangsung dengan menggunakan armada laut dan tim penyelamat dari berbagai instansi.

“Saat ini, operasi SAR masih berlangsung dengan dukungan armada laut dan tim penyelamat dari berbagai instansi terkait. Upaya pencarian terhadap penumpang lainnya masih terus dilakukan,” katanya.

Adapun proses evakuasi juga dilaporkan menghadapi tantangan kondisi gelombang laut yang tinggi (2-2,5 meter), angin kencang, serta arus kuat di sekitar lokasi kejadian.

Musibah di lokasi sama

Kecelakaan di lokasi sama sebelumnya pernah terjadi beberapa kapal dalam pelayaran di Selat Bali a.l. KMP Yunicee yang tenggelam di perairan Gilimanuk, (29/6/2021) malam.

KMP Yunicee ditemukan tenggelam di dasar Selat Bali pada  kedalaman 78 meter setelah terseret arus hingga 1,6 kilometer dari pelabuhan ASDP Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Lalu KRI Klewang-625 terbakar dan tenggelam belum sebluan dioperasikan di Selat Bali pada 28 Sept. 2021 setelah kapal cepat rudal (KCR) jenis trimaran buatan dalam negeri berbobot 216 ton dan diluncurkan pada 31 Agustus 2012.

Kapal selam KRI-Nanggala-402 type 209 buatan Jerman berbobot 1.350 ton terbakar dan dilaporkan terbelah tiga, lalu tengelam di kedalaman 835 meter di dasar Laut Bali bersama 53 awaknya saat mengikuti latihan penembakan torpedo pada 21 April 2021.

Musibah terjadi di mana mana. Yang penting pelajaran dan persiapan apa yang harus terus dimitigasi agar risiko korban dan kerugian bisa ditekan jika kecelakaan tak terelakkan.

Persiapan dan kesiapan harus terus diasah, tidak sekedar formalitas, apalagi pencitraan setiap saat jika sudah atau baru kejadian.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here