JAKARTA – Penyelidikan mengenaui peredaran vaksin palsu terus berkembang. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Agung Setya mengatakan ada empat rumah sakit yang diduga menerima pasokan vaskin palsu.
Namun Agung mengaku enggan berspekulasi lebih jauh sampai ditemukan bukti keterlibatan tersebut. “Kita sedang mengidentifikasi empat rumah sakit, tapi nanti kita pastikan lagi, ini masih dalam proses,” ujarnya di Jakarta, Minggu (26/6/2016), kepada Republika.
Menurutnya saat ini penyidik masih terus melakukan perkembangan dan pendalaman bukan saja tentang dugaan keterlibatan rumah sakit namun juga untuk mengejar para distributor lain yang berada di seluruh Indonesia, dan yang pasti lokasi keempat rumah sakit tersebut ada di Jakarta.
“Distributor dan pembuatnya terus kita kembangkan, karena dsitribusinya bukan saja di Jawa Barat dan Jakarta tapi sudah sampai ke Medan dan sedang kita buktikan,” jelasnya.
Agung enggan membeberkan alamat dan lokasi jelas rumah sakitnya karena dikhawatirkan para produsen tersebut akan menghilangkan barang bukti untuk mengelabui polisi. “(Daerahnya) Jangan disebut nanti mereka lari,” ungkapnya.
“Kita terus melakukan pendalaman, anggota di lapangan juga sampai tadi malam masih memberikan laporan, dan ini harus dituntaskana semua lebih cepat lebih bagus, karena ini masalah serius,” paparnya.
Agung juga menambahkan bukan hanya penyidik namun kementerian kesehatan juga telah memerintahkan dinas-dinas terkait di seluruh wilayah provinsi dan kabupaten di Indonesia untuk memeriksa terkait temuan vaksin palsu tersebut.
Adapun pihak -pihak tersebut yakni Kepala Dinas Kesehatan Provinsi seluruh Indonesia, Kepala dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Pengurus Pusat IDAI, Pengurus Besar IDI, Pengurus Pusat IBI, dan Ketua Umum PPNI Pusat.




