Lusa, Menkopolhukam Janjikan Upaya Pembebasan Sandera WNI

Ilustrasi, Anak Buah KApal TB Charles yang selamat dari sandera saat tiba di Balikpapan, Sabtu (25/6/2016)/ Foto: Liputan6.com

JAKARTA – Identifikasi kelompok penyandera tujuh WNI di Filipina terus dilakukan pemerintah. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan menjanjikan Selasa (28/6/2016) nanti, pemerintah akan mengambil sikap terkait upaya pembebasan yang akan ditempuh.

Hal tersebut disampaikannya Minggu (26/6/2016), seperti dilansir Republika, “Nanti kita lihat hari Selasa. Mungkin kita sudah dapat jawaban-jawaban permulaan kemungkinan opsi yang akan kita ambil,” ucap Luhut di Lapangan Cengkeh, Kota Tua, Jakarta Barat.

Crisis Center telah diaktifkan kembali oleh Pemerintah untuk mencari informasi yang berkaitan dengan penyanderaan. Crisis Center juga bertugas mendalami dan mencari tahu keterkaitan penyanderaan yang baru-baru ini terjadi dengan dua penyanderaan sebelumnya.

Sementara itu diberitakan Antara,, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto mengungkapkan kronologis penyanderaan. Senin (20/6/2016) pukul 11.30 WIB di Laut Jolo, kapal TB Charles dibajak oleh dua perahu yang dimuati empat sampai lima orang, salah satu diantara mereka menggunakan bahasa Melayu dan membawa senjata api laras panjang.

Para pelaku kemudian menculik tiga ABK yaitu Kapten kapal ery Arifin (nahkoda), Muh. Mahbrur Dahri (KKM) dan Edy Suryono (Masinis II). Pembajak juga merampas semua alat komunikasi kapal.

Setelah kejadian itu, kapal tersebut dilepas dan melanjutkan perjalanan dengan sisa ABK 10 orang.
Dalam perjalanan hanya berselisih waktu 1 jam 15 menit dengan kejadian pertama, kapal TB Charles 001 kembali dibajak oleh kelompok lain dengan menggunakan 3 perahu yang masing-masing memuat 8-10 orang.

Dari informasi yang diperoleh, pembajak ini menggunakan bahasa Inggris. Dengan kasar dan arogan, bersenjatakan senapan laras panjang dan pistol, mereka kembali menculik empat ABK yaitu Ismail (mualim I), Robin Piter (juru mudi), Muhammad Nasir (masinis III), dan Muhamad sofyan (Oilman).

Setelah menculik awaknya, kelompok ini melepaskan TB Charles dengan sisa enam ABK yaitu Andi Wahyu (Mualim II), Syahril (Masinis IV), Albertus Temu Slamet (Juru Mudi), Reidgar Frederik Lahiwu (Juru Mudi), Rudi Kurniawan (Juru Mudi) dan Agung E. Saputra (Juru Masak). Enam ABK telah selamat dan tiba di Balikpapan, Sabtu (25/6/2016) kemarin.

Advertisement