JAKARTA (KBK) – Di tengah kasus maraknya kasus pencucian uang, Dompet Dhuafa sebagai lembaga zakat, infaq dan shadakoh tetap terus berusaha untuk transparan.
Direktur Dompet Dhuafa Filantropi Drg Imam Rulyawan menuturkan dalam menerima hingga proses penyerahan kepada penerima manfaat Dompet Dhuafa selalu transparan dan terbuka. Hal ini menurut Imam mesti dipertahankan karena lembaga zakat kemanusiaan terbangun karena asas kepercayaan.
“Lembaga zakat terbangun karena trust, kami membangun model pembangunan melalui 3 prinsip yakni people, Â sistem dan model penyaluran yang efisien dan tepat sasaran,” jelas Imam dalam diskusi publik bertema ‘Kriminalisasi Dana Kemanusiaan di Indonesia’ di FK Hukum UI Depok, Jawa Barat, Â Kamis (26/3).
Imam menuturkan sedari dana zakat atau infaq diterima pihaknya telah menggunakan manajemen anti pencucian uang dimana 80 persen diantaranya transaksi melalui digital.
Imam menambahkan selain proses penerimaan yang transparan, Â penyalurannya pun juga demikian.
“Penyaluran akan kami laporkan ke donatur. Khusus seperti untuk bantuan kemanusiaan luar negri Dompet Dhuafa selalu lewat jalur jalur diplomasi dan tepat sasaran,” jelas Imam





