
MISSOURI—Dalam debat calon presiden Amerika Serikat (AS) Senin (10/10) kemarin, penanya ketiga dari penonton adalah Gorbah Hamed. Ia adalah wanita keturunan Palestina-Amerika yang lahir dan dibesarkan di Mussouri.
Dalam sesi itu, ia bertanya kepada kedua kandidat tentang pandangan mereka terkait Islamophobia. “Ada 3,3 juta Muslim di Amerika Serikat, dan aku salah satu dari mereka. Anda menyebutkan telah bekerja sama dengan negara-negara Muslim, tapi terkait dengan Islamophobia yang meningkat, bagaimana Anda akan membantu orang-orang seperti saya yang kerap dicap sebagai ancaman terhadap negara ini setelah pemilu selesai?” tanyanya.
Trump pun menanggapi dengan mengakui Islamophobia adalah masalah di Amerika. Ia juga menyebutnya sebagai hal yang “memalukan”. Tapi kemudian ia berpendapat bahwa umat Islam “harus berbuat lebih baik untuk melaporkan ketika mereka melihat sesuatu yang terjadi.”
Hamed pun tidak puas dengan jawabannya. “Tidak, dia tidak menjawab pertanyaan itu. Ini tidak menjawab (permasalahan) itu, dan saya tidak suka jawabannya. Ia benar-benar tidak menjawab pertanyaan itu,” katanya kepada Al Arabiya English, yang dikutip Selasa (11/10/2016).
Hamed menambahkan, Trump seakan menuduh semua Muslim menyembunyikan informasi orang-orang yang melakukan perbuatan salah. Hamed ingin Trump mengerti bahwa, sebagai seorang ibu dari dua anak, setiap pergi ke sekolah atau ke tempat umum seperti mal dan taman, ia akan menjadi orang pertama yang melaporkan ketika ia melihat hal yang mencurigakan. “Saya akan melaporkan mereka, Muslim atau bukan,” katanya.
Ini bukan pertama Trump menyalahkan muslim yang dianggapnya menyembunyikan tindakan kelompok ekstrimis di sekitar mereka.




