BOGOR – Herlina, siswa di Pondok Pesantren Nurul Qur’an, Bogor mengenang saat dimana dirinya tidak menyangka ada yang mau membiayainya sekolah gratis.
Herlina diketahui sudah mondoko sejak kelas 7 sudah mondok di sana. Namun, jauh sebelum itu, sejak ayahnya meninggal saat ia kelas 3 SD, biaya pendidikan dibantu oleh kakaknya.
Ketika awal masuk pondok pun, Herlina rutin dijenguk dan diberikan uang saku, seperti santri lainnya. Namun sayangnya, setelah kakaknya berkeluarga dan punya anak, bantuan biaya terhenti. Biaya pendidikan menjadi hal mewah yang sulit dijangkau olehnya.
Beruntungnya, Herlina masih diizinkan untuk tetap mondok, bahkan sambil jaga kantin milik pondok. Dari hasil jaga kantin, bisa ia dapatkan Rp250.000/bulan. Angka ini hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi tidak untuk biaya pendidikannya yang telah membengkak.
“Saya sempet nangis ka, gak nyangka ada yang bantu biayain bayaran sekolah yang udah nunggak” ujar Herlin, dikutip dari laman instagram dompet dhuafa.
Selain Herlina, masih banyak nasib siswa yang serupa yang perlu mendapat bantuan, karenanya Dompet Dhuafa mengajak sahabat untuk menyalurkan donasi melalui program Tunas keluarga, dan donasi bisa disalurkan melalui http://donasi.dompetdhuafa.org/tunaskeluarga.
.





