JAKARTA – Guna membantu korban banjir Bima, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan maskapai penerbangan menyiapkan pesawat untuk mengangkut barang dan tenaga relawan bagi korban bencana alam banjir bandang di Bima, Nusa Tenggara Barat.
Melalui keterangan tertulisnya yang diterima KBK pada Selasa (27/12/2016), Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo mengatakan akan memberi kemudahan pemberian izin baik slot time dan flight approval bagi maskapai yang menyediakan penerbangan kemanusiaan ke Bima.
“Kami akan menyiapkan bantuan ‘Jembatan Udara’ ke Bima dan daerah-daerah lain yang terkena bencana. Hal ini sebagai bentuk kehadiran negara bagi semua masyarakat di seluruh pelosok Nusantara,” ujarnya.
Menurut Suprasetyo, sudah banyak organisasi masyarakat dan maskapai yang menyampaikan surat permintaan bantuan transportasi kepada Ditjen Perhubungan Udara.
Hingga hari ini, Selasa (27/12/2016) Ditjen Hubud sudah menerima surat permintaan bantuan dari Relawan Laznas AQL Peduli, Relawan Yatim Mandiri, Relawan Badan Wakaf Al Quran, Relawan Wanita Islam, Relawan Dompet Dhuafa, Relawan Yayasan Arrahman Amanah Fisabilillah, Relawan Siaga Bencana Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia, Relawan Bulan Sabit Merah Indonesia serta Relawan Konas Menwa Indonesia & DPN IARMI (Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia).
Besok, Rabu (28/12/2016), Ditjen Perhubungan Udara bekerja sama dengan PT. Transnusa Aviation Mandiri akan memberangkatkan 40 relawan dari berbagai organisasi masyarakat tersebut pada tanggal 28 Desember 2016.
Selain itu akan diangkut juga 3 ton logistik yang terdiri dari 2 ton beras, 2 karung pakaian baru dan 200 kg barang bantuan lain.
Walaupun penerbangan ini bersifat bantuan kemanusiaan, Suprasetyo mengingatkan agar pihak-pihak yang bersangkutan tetap menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan. Selain itu, para relawan yang akan diangkut dengan pesawat harus dipastikan namanya berdasarkan Kartu Tanda Penduduk atau identitas resmi lainnya.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan wajib dijaga. Karena kita menginginkan bantuan tersebut, baik relawan dan logistik bisa sampai ke tempat tujuan dan bisa dipergunakan semaksimal mungkin untuk membantu para korban bencana,” ujarnya.





